BASARNAS Surabaya Dampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Tanjung Perak

Surabaya, BASARNAS Kantor SAR Kelas A Surabaya turut melakukan pendampingan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, pada Jumat (28/8/2026).

 

Konjungan kerja ini dimaksudkan untuk meninjau kondisi di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak guna mendapatkan update tentang kesiapsiagaan infrastruktur dan peralatan, serta keandalan sistem operasional pengamatan meteorologi maritim.

 

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., dan Kasi Sumber Daya SAR, Wahyu Tri Agung P.H., hadir mendampingi rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Syaiful Huda, S.I.Kom, M.K.P., dan diikuti 11 orang anggota dari berbagai fraksi.

 

Sebanyak 10 Kepala UPT BMKG di Jawa Timur serta sejumlah perwakilan mitra kerja Komisi V DPR RI turut hadir, diantaranya BASARNAS, KSOP Utama Tanjung Perak, VTS Surabaya, dan PT Pelindo.

 

Dalam pertemuan itu, Syaiful meminta BMKG mengoptimalkan produk informasi meteorologi yang dimiliki, termasuk INA-WIS. Informasi ini diharapkan semakin mudah diakses sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelayaran.

 

Menurut dia, informasi mengenai kondisi cuaca, angin, gelombang, dan parameter meteorologi lainnya dibutuhkan masyarakat yang bekerja di laut untuk menentukan waktu dan rute pelayaran yang lebih aman.

 

Sejumlah anggota Komisi V juga menyoroti pentingnya penyajian informasi mengenai fenomena El Nino secara berkala. Pembaruan data diperlukan agar pemerintah dan pemangku kepentingan memiliki gambaran mengenai perkembangan kondisi iklim serta potensi risikonya, sehingga langkah mitigasi dapat disiapkan lebih dini.

 

Sementara itu, BASARNAS berkomitmen untuk terus mendukung pemanfaatan informasi dari BMKG. Sinergi kedua lembaga ini diperlukan agar informasi mengenai potensi cuaca buruk dapat diterjemahkan menjadi langkah kesiapsiagaan di lapangan.

 

Sinergi antara BMKG, BASARNAS dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keselamatan pelayaran. Upaya ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan, sekaligus memastikan kesiapsiagaan SAR ketika terjadi keadaan darurat di laut  (Hms)