<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://surabaya.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://surabaya.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 11:36:06 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Hilang Selama Dua Hari, Nenek di Lenteng Sumenep Ditemukan Di Dalam Sumur Sedalam 40 Meter]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/hilang-selama-dua-hari-nenek-di-lenteng-sumenep-ditemukan-di-dalam-sumur-sedalam-40-meter</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Sumenep, BASARNAS</strong> - Rabu (01/07), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah dari dalam sumur Desa Laklaok, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Jenazah merupakan Saenah (66) yang sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarga selama dua hari.&nbsp;</p>
<p>Penemuan bermula dari air sumur yang digunakan untuk mandi berbau menyengat. Setelah melakukan pengecekan, terlihat jenazah yang ada di dalam sumur dengan kedalaman 40 meter tersebut. Penemuan inipun kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.</p>
<p>Setelah menerima laporan ini, Kantor SAR Surabaya memberangkatkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep dengan membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART). Tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.05 WIB kemudian melakukan koordinasi dengan keluarga korban serta unsur terkait dan segera memasang jalur evakuasi korban.</p>
<p>Nur Hadi Santoso, Koordinator Pos SAR Sumenep, menjelaskan bahwa evakuasi korban diawali dengan menurunkan blower untuk mengeluarkan zat beracun dari dalam sumur berdiameter sekitar 1,2 meter itu terlebih dahulu. Evakuasi dilakukan dengan cara menurunkan satu rescuer yang menggunakan Self Contained Breathing Aparatus (SCBA) dengan teknik lowering.&nbsp;</p>
<p>"Saat rescuer sampai di permukaan air di dalam sumur, rescuer tersebut memasangkan tali pada tubuh korban untuk dilakukan teknik lifting dengan cara penarikan oleh tim yang ada di atas" jelas Nur Hadi.</p>
<p>Proses evakuasi memerlukan waktu sekitar 1 jam 10 menit. Jenazah korban berhasil dikeluarkan dari sumur sekitar pukul 12.25 WIB dan kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.&nbsp;</p>
<p>"Setelah korban selesai dievakuasi, operasi SAR dinyatakan selesai" terang Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya.&nbsp;</p>
<p>Nanang menambahkan pihaknya mengungkapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban dan mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR yang bersinergi dalam proses evakuasi korban. Adapun unsur yang terlibat antara lain rescuer Pos SAR Sumenep, Polsek dan Koramil Lenteng, Puskesmas Lenteng, Perangkat Desa Laklaok, Call Center 112, dan warga sekitar. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13368</guid>
                <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 11:36:06 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Temukan Remaja Tenggelam di Air Terjun Kepulungan]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-remaja-tenggelam-di-air-terjun-kepulungan</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Pasuruan, BASARNAS</strong> &mdash; Proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap Wily (18) remaja yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal, pada Kamis (25/6/2026) malam.</p>
<p>Jenazah Wily ditemukan sekitar pukul 21.48 WIB di dasar kolam air terjun. Korban ditemukan melalui penyelaman manual yang dilakukan personel SAR gabungan di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan, sejak menerima laporan, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan SAR air, termasuk peralatan selam.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setelah dilakukan penyisiran di bawah permukaan air, korban akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Usai dievakuasi ke darat, jenazah korban kemudian dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Komandan Tim Rescue Kantor SAR Surabaya, Fajar Ismucahyo, menjelaskan bahwa proses pencarian tidak berlangsung mudah. Selain curamnya kondisi akses menuju ke lokasi, tim juga menghadapi kondisi jarak pandang terbatas di dalam air di malam hari sehingga setiap penyelam harus bekerja dengan penuh kehati-hatian.</p>
<p>Selain tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, proses pencarian hingga evakuasi korban juga melibatkan berbagai unsur potensi SAR, di antaranya BPBD Kabupaten Pasuruan, Polsek Gempol, Koramil Gempol, Damkar Pasuruan, Redkar, Bagana Bangil, Galena, serta warga sekitar.</p>
<p>Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula pada Kamis siang saat Wily bersama delapan rekannya, yakni Aldo, Ferdy, Rizki, Ilham, Aan, Mira, Milda, dan Nizam, bermain di aliran Sungai Kepulungan yang berhulu di Air Terjun Kepulungan. Mereka sempat berenang dan melakukan aktivitas selam-selaman.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, hanya tujuh orang yang muncul kembali ke permukaan. Wily dan Nizam tidak terlihat sehingga teman-temannya berusaha mencari keberadaan keduanya. Tak lama berselang, Nizam berhasil muncul dalam kondisi selamat dan segera dilarikan ke RS Asih Ayakta untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>Sementara Wily tidak kunjung ditemukan hingga akhirnya dilaporkan kepada petugas. Operasi SAR pun dilakukan hingga malam hari dan berakhir setelah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13367</guid>
                <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 09:31:51 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Temukan Pencari Ikan Yang Tenggelam Di Sungai Bengawan Solo, Kec. Ngraho, Bojonegoro]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-pencari-ikan-yang-tenggelam-di-sungai-bengawan-solo-kec-ngraho-bojonegoro</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Bojonegoro, BASARNAS</strong> - Kamis (25/06) sekitar pukul 09.15 WIB, tim SAR gabungan menemukan pemuda yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dalam keadaan meninggal dunia. Korban ialah Muhadi (31) yang dilaporkan tenggelam saat mencari ikan pada hari &nbsp;Selasa (23/06) malam.</p>
<p>&ldquo;Tim yang melakukan penyisiran dengan perahu karet Basarnas melihat jenazah yang terjerat pada tali sedotan tambangan pasir dengan ciri &ndash; ciri pakaian dan keranjang bambu yang seperti yang dikenakan korban terakhir kali saat mencari ikan&rdquo; jelas Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M. Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi pencarian ini.&nbsp;</p>
<p>Usai melakukan pencarian intensif selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi tempat diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Nanang Sigit menambahkan bahwa jenazah korban dievakuasi dengan menggunakan perahu karet kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Bojonegoro untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR yang lain. Sedikitnya 49 personil yang terdiri dari tim rescue Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Kab. Bojonegoro, Kodim Bojonegoro, Polsek dan Koramil Ngraho, MDMC Bojonegoro, Damkarmat Bojonegoro, Satpol PP, URC PSHT, Cepu Adventure Rescue, Exalos Cepu, Elang Bengawan Rescue, RAPI, EBR, KRI, PMI, serta warga sekitar terlibat dalam pencarian ini.</p>
<p>Upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 dan SRU 2 melakukan penyisiran di permukaan sungai dengan menggunakan 4 perahu karet sejauh 3 kilo meter. Pencarian juga melibatkan nelayan dan warga sekitar dalam SRU 3 yang melaksanakan pencarian dengan perahu nelayan dan menggunakan jangkar di sekitar lokasi kejadian. SRU 4 melakukan pemantau darat di beberapa titik mulai dari lokasi kejadian hingga penyeberangan Perahu Ketawang.</p>
<p>Nanang Sigit menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam melakukan kegiatan di sekitar perairan seperti sungai, danau, maupun laut.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13366</guid>
                <pubDate>Sun, 12 Jul 2026 09:31:51 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Evakuasi Jenazah Perempuan Dalam Mobil Di Tempat Parkir Bandara Juanda]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-evakuasi-jenazah-perempuan-dalam-mobil-di-tempat-parkir-bandara-juanda</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Surabaya, BASARNAS</strong> - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu tim rescue untuk mengevakuasi jenazah perempuan di dalam mobil ditemukan di tempat parkir Bandara T1 Juanda.&nbsp;</p>
<p>Dengan peralatan vehicle accident rescue (VAR) tim rescue berangkat ke Bandara Juanda yang lokasinya tidak jauh dari Kantor SAR Surabaya ini.</p>
<p>Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan pihak Satgaspam Bandara, personil InJourney, dan Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda. Kemudian Sekitar pukul 13.14 WIB, bersama tim SAR gabungan yang lain, tim rescue Kantor SAR Surabaya membuka akses mobil dari kaca pintu bagian penumpang belakang kiri dengan alat management glass.&nbsp;</p>
<p>"Jenazah perempuan yang ditemukan kemudian kami evakuasi dari bangku penumpang bagian depan" jelas Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya.&nbsp;</p>
<p>Sementara itu tim Inafis Polda Jatim dan Polsek Sedati mencoba melakukan olah TKP dan menginvestigasi kronologi. Setelah korban berhasil di evakuasi dari dalam mobil, sekitar pukul 14.15 WIB jenazah diserahkan ke pihak kepolisian dan dibawa ke RS Bhayangkara Porong. Dari kartu identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50) warga Mlajah, Bangkalan.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mobil yang ditumpangi korban masuk ke area bandara T1 sejak Sabtu (20/06) sore. Penemuan ini diawali dari adanya bau menyengat yang tercium oleh driver taxi online dan kemudian mencurigai tetesan cairan yang berasal dari dalam mobil tersebut. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13365</guid>
                <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 10:19:44 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Pasuruan yang Hilang di Perairan Sidoarjo]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-nelayan-pasuruan-yang-hilang-di-perairan-sidoarjo</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Sidoarjo, BASARNAS</strong> &mdash; Tim SAR gabungan berhasil menemukan Assat (52), nelayan asal Desa Mulyorejo, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan timur Sidoarjo. Korban ditemukan pada hari kedua operasi SAR, Rabu (24/6/2026), sudah dalam kondisi meninggal.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan jenazah korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 08.30 WIB di perairan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 2,48 mil laut dari titik awal kejadian.</p>
<p>Penemuan korban bermula ketika seorang nelayan melihat sesosok jenazah terapung di sekitar lokasi tempatnya menjaring ikan. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada awak Kapal Andra yang turut membantu pencarian dan diteruskan kepada tim BPBD Kabupaten Pasuruan yang sedang melakukan operasi pencarian di perairan setempat.</p>
<p>Proses evakuasi jenazah korban berjalan dengan lancar. Jenazah dievakuasi dari lokasi penemuan ke darat melalui pelabuhan kota Pasuruan. Selanjutnya, tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke rumah duka dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.</p>
<p>Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian sejak laporan kejadian diterima. Kantor SAR Kelas A Surabaya sendiri telah mengerahkan 1 tim rescue yang dilengkapi dengan sejumlah sarana dan peralatan SAR air.</p>
<p>Pada hari kedua operasi SAR ini sebanyak tiga SRU bergerak dengan menggunakan tiga perahu karet dan satu speedboat untuk mencari keberadaan korban. Luas area perairan laut yang disisir, yaitu sekitar 2,7 mil laut persegi.</p>
<p>Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya (Charlie Team), Candra, mengatakan kondisi cuaca selama pencarian relatif mendukung. Meski demikian, tim menghadapi kendala berupa pasang surut air laut saat bergerak dari area muara menuju lokasi pencarian.</p>
<p>Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Surabaya, BPBD Kabupaten Sidoarjo, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jawa Timur, SAR Brimob Porong, Satpolairud Sidoarjo, Polsek Jabon, Koramil Jabon, Bagana, RAPI, nelayan setempat, serta sejumlah potensi SAR lainnya. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13364</guid>
                <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 18:29:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Bengawan Solo Bojonegoro]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-temukan-korban-tenggelam-di-bengawan-solo-bojonegoro</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Bojonegoro, BASARNAS</strong> - Pemuda tenggelam saat berenang di Sungai Bengawan Solo Desa Betet, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro telah ditemukan. Ahmad Alfan Robi (18) warga Desa Kuncen Bojonegoro ditemukan meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Rabu (24/06).&nbsp;</p>
<p>Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya mengonfirmasi penemuan ini. Dirinya menyebutkan korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB dan kemudian dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.&nbsp;</p>
<p>"Korban ditemukan kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian tenggelamnya kemarin pagi" imbuh Nanang.</p>
<p>Pencarian melibatkan beberapa unsur yang berkolaborasi dengan baik seperti Basarnas melalui Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Kab. Bojonegoro, Polsek Padangan, Koramil Padangan, MDMC Bojonegoro, LPBNU, Relawan PSHT, KMC Cepu, Rescue 99 Cepu, Kamboja Rescue Cepu 2, Exalos Cepu, Elang Bengawan Rescue, RAPI, dan Masyarakat setempat (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13363</guid>
                <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 20:25:01 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Pemuda Tenggelam Di Bengawan Solo Bojonegoro]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian-pemuda-tenggelam-di-bengawan-solo-bojonegoro</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Bojonegoro, BASARNAS</strong> - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya bersama Tim SAR Gabungan melakukan pencarian seorang pemuda yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Desa Betet, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (23/06/2026).</p>
<p>​Korban diketahui bernama Ahmad Alfan Robi (18), warga Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Bengawan Solo bersama teman - temannya.</p>
<p>Aksi kemanusiaan ini didukung penuh oleh sinergi yang luar biasa dari berbagai unsur, yaitu Basarnas melalui Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Polsek Padangan, Koramil Padangan, SAR MTA, Cepu Adventure, MDMC Cepu &amp; Bojonegoro, LPBNU, Relawan PSHT, KMC Cepu, Rescue 99, Kamboja Rescue, Exalos, Elang Bengawan, RAPI, serta masyarakat setempat.</p>
<p>Pada operasi hari pertama, Tim SAR gabungan membagi 3 Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan manuver menggunakan perahu karet (LCR) dan menyisir perairan dengan jaring tradisional bersama masyarakat setempat hingga radius 300 meter dari LKK.</p>
<p>​Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, upaya pencarian masih belum membuahkan hasil dan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (24/06) esok hari mulai pukul 07.00 WIB. Rencana pencarian hari kedua akan dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi 2 SRU yang melakukan penyisiran sungai sepanjang 6 km menggunakan empat perahu karet. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13362</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 00:20:38 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Dua Orang Pengendara Motor Yang Jatuh Di Waduk Kalimati, Sidoarjo]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-dua-orang-pengendara-motor-yang-jatuh-di-waduk-kalimati-sidoarjo</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Sidoarjo, BASARNAS</strong> - Senin (22/06) sekitar pukul 04.01 WIB, tim SAR gabungan menemukan satu dari dua pengendara motor yang jatuh di waduk Kalimati, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Setelah pemeriksaan oleh tim INAFIS Polresta Sidoarjo, korban diketahui bernama Brian Yoga A. (31) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk. &nbsp;</p>
<p>Dalam upaya mencari korban kedua, tim SAR gabungan melakukan penyisiran dengan rantai manusia namun sebelumnya, tim SAR gabungan mengangkat motor korban yang ikut terjatuh ke dalam waduk terlebih dahulu. Metode rantai manusia sendiri adalah teknik pencarian korban tenggelam di perairan dimana personel tim SAR gabungan berbaris berjajar dan saling berpegangan tangan atau menggunakan tali untuk menyisir perairan secara bersama.</p>
<p>Sekitar pukul 04.10 WIB korban kedua ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dari dalam saku celana korban kedua ditemukan dompet dan diketahui identitas korban kedua sebagai Matori (38) warga Dusun Klodan, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi pencarian ini mengatakan tim SAR Gabungan telah membawa kedua korban ke RS Anwar Medika Krian.</p>
<p>&ldquo;Operasi SAR di Waduk Kalimati Sidoarjo ditutup setelah kedua korban ditemukan dan diserahkan kepada pihak kepolisian&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, satu tim rescue Kantor SAR Surabaya diberangkatkan menuju lokasi setelah menerima laporan terkait dua pengendara motor yang jatuh ke dalam Waduk Kalimati, Sidoarjo pada hari Minggu (21/06) malam. Dari informasi yang dihimpun, diketahui warga melihat motor yang melaju kencang hingga tidak dapat menguasai kendaraannya dan akhirnya jatuh ke dalam waduk.</p>
<p>Adapun pencarian dilakukan dengan kerja sama berbagai unsur gabungan antara lain Kantor SAR Surabaya, BPBD Sidoarjo, Polsek Prambon, Unit Laka Polresta Sidoarjo, FPRB Mojokerto, ILS, dan warga sekitar. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13361</guid>
                <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 04:33:27 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pencarian Hari Ketujuh, ABK Hilang Di Perairan Utara Sampang Belum Ditemukan]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/pencarian-hari-ketujuh-abk-hilang-di-perairan-utara-sampang-belum-ditemukan</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Malang, BASARNAS</strong> - Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap Sri Sapto (39), ABK MT Kusuma 1 yang jatuh dari perahu di perairan utara Sampang Madura telah memasuki hari ketujuh pada Selasa (02/05). Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan bahwa pencarian dihentikan pada hari ketujuh sesuai dengan peraturan yang berlaku dan selama pencarian tidak ditemukan tanda keberadaan korban.&nbsp;</p>
<p>"Pencarian dihentikan karena tidak adanya tanda tanda korban ditemukan dan tidak efektifnya pencarian melihat perluasan dari perkiraan lokasi korban di SAR Map Prediction." imbuhnya.</p>
<p>Pada pencarian hari ketujuh ini, perwakilan keluarga Sri Sapto ikut on board di atas KN SAR 249 Permadi yang melakukan pencarian di perairan utara Sampang, Madura. Keluarga didampingi oleh personil rescuer Kantor SAR Surabaya sejak KN SAR 249 Permadi lepas tali di Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya hingga melakukan penyisiran di area pencarian.</p>
<p>Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya bersama tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian Sri Sapto yang dilaporkan hilang di perairan laut utara Kabupaten Sampang dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi untuk menyisir area perairan tempat korban diduga terjatuh.</p>
<p>Tidak hanya melakukan penyisiran sesuai dengan area pencarian yang telah ditentukan, upaya pencarian korban juga dilakukan dengan melakukan e-broadcast terhadap kapal - kapal yang melintas di sekitar area pencarian. Pemapelan informasi ini bertujuan agar kapal yang melintas dapat memberikan informasi jika menemukan tanda - tanda keberadaan korban.</p>
<p>Adapun selama tujuh hari, pencarian melibatkan berbagai unsur diantaranya, Kantor SAR Surabaya dengan mengerahkan personil Pos SAR Sumenep, KN SAR 249 Permadi, KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, BPBD Gresik, SROP Surabaya, SROP Bawean, SROP Kalianget, SROP Masalembu, VTS Surabaya, Pos Kamladu Gresik, UPP Kelas III Bawean, UPP Kelas III Telaga Biru, serta nelayan setempat. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13360</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 01:06:22 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Proses Evakuasi Pendaki Terperosok Jurang Di Jalur Pendakian Semeru Masih Berlangsung]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/proses-evakuasi-pendaki-terperosok-jurang-di-jalur-pendakian-semeru-masih-berlangsung</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Malang, BASARNAS</strong> - Satu tim rescue tambahan dari Kantor SAR Surabaya diberangkatkan menuju pendakian Semeru untuk proses evakuasi Cakra (18), pendaki yang terpelosok di jurang pendakian Semeru pada Selasa (02/06) sore. Sebelumnya satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang telah dikerahkan pada Selasa malam untuk melakukan proses evakuasi korban.</p>
<p>Nanang Sigit P. H., S.IP. M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya menyebutkan bahwa tim tambahan diberangkatkan untuk mendukung tim SAR gabungan dengan membawa tambahan peralatan High Angle Rescue Technique (HART) serta starlink untuk mempermudah komunikasi antar personil.</p>
<p>Imam Nahrowi, Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Malang menjelaskan bahwa dari posko awal, tim dapat mengakses lokasi dropping dengan menggunakan mobil. Lalu selanjutnya Kamis (05/06) pagi tim memulai pendakian dari titik dropping menuju lokasi evakuasi yang akan membutuhkan waktu selama delapan jam.</p>
<p>&ldquo;Kondisi jalur pendakian yang harus dilalui medannya terjal dan banyak jurang yang curam sehingga selain jarak yang jauh, tim juga harus berhati hati saat naik ke lokasi evakuasi korban&rdquo; jelas Imam.</p>
<p>Ia menambahkan perjalanan menuju tebing kemarin malam terpaksa dihentikan karena keterbatasan visibility. Ia menjelaskan bahwa pandangan tertutup kabut saat malam sehingga beresiko tinggi bila perjalanan dilanjutkan.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapatkan dari tim yang sudah ada di lokasi, saat ini kondisi survivor mengalami pembengkakan pada ankle kaki kanan. Tiga warga dan dua rekan Cakra yang turut mendaki bersamanya telah berhasil mendekati Cakra di jurang dengan kedalaman 300 meter itu dengan cara mencari jalur menuju ke lokasinya.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jadi posisi yang ada di bawah itu sekarang ada enam orang dan tim SAR gabungan yang ada di atas tebing kurang lebih ada 30 orang menunggu peralatan dari tim yang naik tadi pagi selanjutnya rencana evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan metode Hauling System&rdquo; imbuh Imam.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, tim masih dalam perjalanan di jalur pendakian menuju lokasi evakuasi survivor. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13359</guid>
                <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 02:56:28 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Semeru Dengan Metode Slope Rescue]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-pendaki-semeru-dengan-metode-slope-rescue</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Malang, BASARNAS&nbsp;</strong> - Jumat (05/06), proses evakuasi Cakra (18) yang terperosok di jurang kedalaman &plusmn; 375 meter saat mendaki Gunung Semeru masih berlangsung. Tim SAR gabungan mengevakuasi Cakra yang mengalami dislokasi ankle kaki kanan dengan metode slope rescue.</p>
<p>Tim SAR Gabungan melakukan pembidaian untuk imobilisasi bagian ankle kaki kanan yang dicurigai mengalami dislokasi sebagai bentuk penanganan awal terhadap survivor.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Supaya meminimalisir pergerakan dan agar tidak semakin bengkak maka kaki survivor memang harus dibidai&rdquo; ungkap Nanang Sigit P. H., S.IP. M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini.</p>
<p>Nanang sendiri menjelaskan metode slope rescue sering digunakan untuk proses evakuasi pada medan miring seperti di gunung. Survivor diposisikan dengan keadaan terlentang di flexible / rolling stretcher kemudian diamankan dengan sistem tali.&nbsp;</p>
<p>Slope rescue ini dilakukan mengingat survivor terperosok di jurang dengan kedalaman sekitar 374 meter, di atas lokasi survivor tidak ada pijakan aman yang dapat digunakan sebagai anchor. Evakuasi dengan metode slope rescue dirasa lebih efisien dengan mempertimbangkan keselamatan survivor maupun tim SAR gabungan.&nbsp;</p>
<p>"Kemiringan medan juga dirasa lebih cocok untuk evakuasi dengan metode slope rescue dan dengan metode ini evakuasi bisa dilakukan secara bertahap" imbuh Nanang.</p>
<p>Pada Kamis (04/06) siang, proses evakuasi dimulai saat tim SAR gabungan berhasil tiba di lokasi tempat survivor dan lima orang lainnya berada. Setelah survivor diposisikan di atas flexible stretcher, proses evakusai dilakukan dengan menarik survivor dengan pangawalan di sisi kanan dan kirinya.&nbsp;</p>
<p>Proses penarikan dilakukan secara bergantian dan memerlukan kewaspadaan mengingat medan yang terjal dan curam. Proses evakuasi hingga tiba di Posko diperkirakan selesai pada Jumat (05/06) malam dengan melihat kondisi fisik survivor maupun tim SAR gabungan dan juga cuaca di lokasi.</p>
<p>"Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR Gabungan yang ada diatas baru kemudian dari atas akan ditandu untuk turun menuju ke posko" jelas Nanang.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13358</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 04:51:28 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Survivor Dan Seluruh Tim SAR Gabungan Tiba Di Posko Pendakian Semeru Dengan Selamat]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/survivor-dan-seluruh-tim-sar-gabungan-tiba-di-posko-pendakian-semeru-dengan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Malang, BASARNAS</strong> - Proses evakuasi terhadap pendaki Semeru yang terperosok di jurang sedalam &plusmn; 375 meter telah membuahkan hasil. Cakra (18) dan dua orang pendaki lainnya serta seluruh tim SAR gabungan telah tiba di posko dengan selamat pada Jumat (05/06) pukul 19.26 WIB.</p>
<p>Cakra dibawa secara estafet oleh tim SAR gabungan dengan melewati jalur pendakian yang curam dan melintasi beberapa lokasi yang longsor.</p>
<p>&ldquo;Informasi dari tim yang di lapangan bahwa kondisi permukaan tanah di beberapa lokasi tertutup debu vulkanik dan menjelang sore hari tim SAR gabungan harus lebih berhati &ndash; hati lagi karena kabut sudah mulai menutup pandangan&rdquo; jelas Nanang Sigit P. H., S.IP. M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini.</p>
<p>Nanang menambahkan bahwa tim SAR gabungan sempat meminta waktu untuk istirahat pada pukul 14.30 WIB karena jalur pendakian yang sulit. Tim posko akhirnya memberangkatkan empat personil tambahan untuk membawa logistik dan membantu evakuasi hingga tiba di posko.&nbsp;</p>
<p>Setibanya di posko, tim paramedis dari Dinkes Kab. Malang langsung melakukan penanganan pada survivor. Tim SAR gabungan menyerahkan survivor kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat.&nbsp;</p>
<p>Sedikitnya 60 orang tim SAR gabungan melaksanakan debriefing untuk menutup operasi SAR setelah dilakukan pengecekan akhir terhadap seluruh peralatan maupun personil tim SAR gabungan yang turut serta dalam proses evakuasi ini.</p>
<p>Nanang menyampaikan apresiasi yang setinggi &ndash; tingginya untuk seluruh personil yang terlibat proses evakuasi sejak Selasa (02/06) malam ini. Adapun unsur yang terlibat antara lain personil Kantor SAR Surabaya, Unit Siaga SAR Malang Raya, Koramil Ampelgading, Polsek Ampelgading, Polisi Kehutanan, Perhutani, TNBTS, Gimbal Alas, Impala, PPMR, SAR Kanjuruhan, MSR, Navigator ASB, SAR MOONG FORSIL, &nbsp;IPKA Malang, Gemawana Indonesia, IPKA Indrakila, IMPALA UB, PPGST, KSR Unmer, SIR, Ilham Gorengan Rescue Team, serta warga setempat. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13357</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:22:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Orang Tenggelam Saat Memancing Di Kali Lamong, Gresik]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian-orang-tenggelam-saat-memancing-di-kali-lamong-gresik</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Gresik, BASARNAS</strong> - Satu tim rescue Kantor SAR Surabaya diberangkatkan untuk lakukan pencarian terhadap satu orang tenggelam saat memancing di Kali Lamong, Kabupaten Gresik, pada Senin (08/06) pagi hari tadi. Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian korban atas nama Lukman Hakim (23) hingga sore hari.</p>
<p>Imam Sumaji, komandan tim rescue Kantor SAR Surabaya menjelaskan pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran sungai menggunakan perahu karet Basarnas, BPBD Kota Surabaya dan BPBD Gresik. Perahu karet juga melakukan manuver dengan tujuan membuat gelombang air untuk mengangkat korban yang dicurigai berada di dasar sungai. &nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tiga perahu karet dikerahkan untuk melakukan pencarian 300 meter ke arah hulu dan 700 meter ke arah hilir&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selama penyisiran, tim SAR gabungan juga menyebarkan informasi tentang kejadian ini kepada warga sekitar. Tim SAR gabungan menyebutkan ciri &ndash; ciri pakaian yang dipakai korban sehingga apabila ada warga yang menemukan ciri &ndash; ciri tersebut dapat menghubungi tim di posko.</p>
<p>Disamping itu, pencarian juga dilakukan dengan penyelaman yang dibagi menjadi 3 shorty dengan jumlah penyelam sebanyak enam orang personil dari BPBD Kota Surabaya. Penyelam menemui sedikit kesulitan karena kecepatan arus bawah kencang yakni sekitar 4 knot.</p>
<p>Pencarian dilakukan hingga pukul 17.00 WIB dan dihentikan sementara dengan hasil nihil. Selanjutnya pencarian akan dilanjutkan pada besok Selasa (09/06) pagi dengan perluasan area penyisiran hingga 1 kilometer menggunakan perahu karet, melakukan manouver di beberapa titik sungai, dan penyelaman.&nbsp;</p>
<p>Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Basarnas melalui Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Surabaya, BPBD Gresik, Satpol PP Surabaya, Dinsos Kota Surabaya, PMI Surabaya, Gerpik, Polsek Benowo, Poster Barat, Babinsa Romokalisari, Babinkantibmas Romokalisari, Aparat Kelurahan Romokalisari, RAPI, Kompi 2 Yon A, Brimob Kompi Tandes Batalyon A Pelopor, Polairud Gresik, Madas DPC Gresik, Hujung Galuh Rescue, dan Polairud. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13356</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 07:02:09 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pemancing Tenggelam Di Kali Lamong Telah Ditemukan]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/pemancing-tenggelam-di-kali-lamong-telah-ditemukan</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Gresik, BASARNAS</strong> -&nbsp; Pemancing yang tenggelam di Kali lamong perbatasan Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya akhirnya ditemukan pada Selasa (09/06) pagi. Lukman Hakim (23) ditemukan sekitar 131 meter dari lokasi tenggelam pada Senin (08/06) pagi.</p>
<p>Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini menjelaskan bahwa warga melapor pada posko SAR bahwa terlihat ada jenazah dengan ciri - ciri pakaian terakhir yang digunakan korban.&nbsp;</p>
<p>"Sekitar pukul setengah enam pagi tadi tim SAR gabungan mengevakuasi korban di lokasi yang dimaksud oleh korban kemudian keluarga meminta agar korban langsung dibawa ke rumah duka" jelasnya.</p>
<p>Proses pencarian sejak hari pertama kemarin, Senin (08/06) melibatkan berbagai unsur antara lain Basarnas melalui Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Surabaya, BPBD Kab. Gresik, Babinsa dan Polsek Benowo, PMI, Kompi 2 Yon A Polresta Surabaya, Polairud Gresik, Dinsos, Hujung Galuh Rescue, Poster Barat, Kelurahan Romokalisari, RAPI, dan relawan serta warga sekitar.</p>
<p>Sebelumnya pencarian dilakukan atas laporan adanya pemancing yang tenggelam pada Senin (08/06) pagi. Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan tim penyelam dan melakukan penyisiran permukaan air dengan area pencarian sekitar 1 kilometer. Tim juga melakukan manuver dengan menggunakan perahu karet agar menciptakan gelombang besar untuk mengangkat tubuh korban dari dasar ke permukaan.&nbsp;</p>
<p>Dengan telah ditemukannya korban dan diserahkan kepada pihak keluarga maka tim SAR gabungan melakukan debriefing dan menutup operasi pencarian atas pemancing di Kali Lamong ini. Nanang mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dan memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13355</guid>
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 08:14:04 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Ngawi]]></title>
                <link>https://surabaya.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-korban-tenggelam-di-sungai-bengawan-solo-ngawi</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>Ngawi, BASARNAS</strong> &mdash; Tim SAR Gabungan berhasil menemukan M. Maulana Rifai (14), korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026) sore. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi kejadian awal.</p>
<p>Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Ngawi untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Upaya pencarian dilakukan sejak Kamis (11/6/2026) setelah Kantor SAR Kelas A Surabaya menerima laporan adanya seorang remaja yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo. Korban diketahui merupakan warga Mlale, Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban bersama sembilan temannya mandi di sungai sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, sekitar pukul 14.30 WIB, korban diduga tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan satu tim rescue Unit Siaga SAR Bojonegoro ke lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR bersama potensi SAR setempat.</p>
<p>Selama operasi SAR berlangsung, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan perahu karet serta membagi area pencarian ke sejumlah sektor guna memperluas cakupan pencarian.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa korban berhasil ditemukan dan dievakuasi berkat kerjasama yang baik dari seluruh unsur SAR yang terlibat.</p>
<p>&ldquo;Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian melalui penyisiran permukaan air dan manuver perahu karet untuk memaksimalkan proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian melaksanakan debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing.</p>
<p>Nanang menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, potensi SAR, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung.</p>
<p>Operasi SAR ini melibatkan sejumlah pihak, diantaranya tim rescue Unit Siaga SAR Bojonegoro, Damkarmat Ngawi, Polsek Mantingan, Koramil Mantingan, BPBD Ngawi, BPBD Sragen, relawan potensi SAR, serta masyarakat setempat. (Hms)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Surabaya <admin.surabaya@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://surabaya.basarnas.go.id/13354</guid>
                <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 19:51:15 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
