Wahyudiono Ditemukan Meninggal di Bengawan Solo Blora

Madiun, BASARNASTim SAR gabungan menemukan Wahyudiono (66) sudah dalam kondisi meninggal di Bengawan Solo, yang melintas di perbatasan kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dan Blora Jawa Tengah, pada Senin (17/3/2025).

 

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., S.IP., M.M., selaku SMC dalam operasi SAR kali ini mengatakan, jenazah korban pertama kali ditemukan warga sekitar di sungai sisi kabupaten Blora.

 

Potensi SAR sekitar, lanjut Nanang, yang dibantu warga sekitar kemudian mengeva-kuasi jenazah korban dan membawanya ke RSUD Blora guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.

 

Sebelumnya selama dua dari melakukan upaya pencarian korban, lanjut Nanang, tim SAR gabungan telah mengerahkan tiga SRU (Search and Rescue) air untuk menyisir aliran sungai desa Dagangan.

 

SRU air pertama melakukan pencarian dengan metode susur sungai, menempuh jarak sejauh 2,4 km. SRU air pertama melakukan pencarian dengan metode susur sungai dengan menempuh jarak sejauh 2,2 km. SRU air ketiga melakukan pencarian dengan perahu karet, menempuh jarak sejauh 3 kilometer.

 

Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel dikerahkan tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari darat di beberapa lokasi yang ada di sepanjang aliran sungai desa Dagangan.

 

Mereka juga menyebarkan informasi kejadian hanyutnya korban ini kepada warga sekitar dengan maksud agar warga melaporkan jika melihat keberadaan korban.

 

Keberhasilan proses pencarian hingga evakuasi korban ini berkat kerjasama yang baik sejumlah pihak, diantaranya tim Pos SAR Trenggalek, BPBD Prov Jatim, BPBD kabupaten Madiun, Polsek Dagangan, Koramil Dagangan, SAR MTA, Banser, SAR Sikatan, TAGANA, RSI, warga dan potensi SAR lainnya.

 

Diketahui kejadian yang dialami korban ini karena hujan lebat dengan intensitas lama di wilayah kecamatan Dagangan, pada Sabtu (15/3/2025)  sejak pukul 16.00 WIB. Akibat hujan deras ini, terjadi banjir di aliran sungai Dadangan yang berdampak pada longsornya tanah yang menyangga sebagian rumah korban. Korban yang pada saat kejadian sedang sholat, ikut terbawa longsoran jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus. (Hms)