Tim SAR Gabungan Temukan Korban Hanyut di Sungai Brantas Kediri

Mojokerto, BASARNAS – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Karmuji (54) seorang warga desa Pelas yang sebelumnya dilaporkan hanyut di sungai Brantas, kecamatan Mojo, kabupaten Kediri.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy mengatakan, penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari potensi SAR di kabupaten Mojokerto yang menemukan satu jenazah di aliran sungai Brantas, wilayah kabupaten Mojokerto.

Begitu berhasil dievakuasi ke darat, selanjutnya tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.

Hasil identifikasi dari petugas berwenang mengkonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah korban yang dicari di sungai Brantas, kecamatan Mojo, kabupaten Kediri.

Lokasi penemuan korban ini berjarak sekitar 125 kilometer dari lokasi awal korban di laporkan hanyut di sungai.

Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, sebanyak dua SRU air telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di sungai Brantas. Penyisiran dilakukan di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari lokasi kejadian menuju ke arah hilir.

Untuk mengoptimalkan upaya pencarian, tim SAR gabungan menyebarluaskan infor masi kejadian yang dialami korban ini kepada warga yang beraktivitas di sungai. Hal ini bertujuan jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya.

Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat keterlibatan sejumlah pihak, diantaranya Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD kabupaten Kediri, Satbrimob Kediri, Polsek Mojo, Koramil Mojo, Wana Rescue, Gusdurian, PBNU, TAGANA, Satpol PP, PMI, SAR MTA, Pemdes Ngadi, SAKA SAR, SEMAR Mojokerto, BPBD kab Mojokerto, BPBD kab Sidoarjo, Relawan Birunya Cinta, LPBI NU Mojokerto, warga sekitar dan potensi SAR lainnya.

Diketahui kejadian nahas yang dialami korban ini berawal saat Ia hendak menyeberangi sungai, pada Minggu (18/5/2025). Awalnya, Karmuji sedang duduk di atas sepeda motor dan bersandar pada tiang bambu yang ada di dermaga penyeberangan sambil menunggu perahu datang. Karena kondisi tiang tidak stabil, mengakibatkan korban terjatuh ke sungai beserta motornya.

Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing.

“Kami menghimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih lagi saat musim hujan, dimana debit air meningkat dan arusnya menjadi lebih deras,” terang Didit. (Hms)