Tim SAR Gabungan Berupaya Cepat Selamatkan KM Hamko 2 yang Mati Mesin di Peraian Sepulu
Surabaya, BASARNAS – Respon cepat dilakukan Kantor SAR Kelas A Surabaya setelah menerima laporan kejadian kapal nelayan KM Hamko 2 yang mengalami mati mesin di perairan laut utara kecamatan Sepulu, Bangkalan. KN SAR 249 Permadi dikerahkan untuk memastikan keselamatan lima nelayan yang terombang-ambing di laut.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P.H., selaku SMC mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian ini, pada Minggu (11/1/2026) pukul 20.50 WIB. Merespon kondisi darurat tersebut, satu tim rescue diberangkatkan menggunakan KN SAR 249 Permadi menuju titik koordinat terakhir kapal.
“Begitu laporan kami terima, satu tim rescue langsung kami kerahkan untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi,” ujar Nanang, Senin (12/1/2026).
KM Hamko 2 diketahui mengalami kerusakan mesin sejak Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, kapal yang diawaki lima nelayan asal Brondong—Agus Wijaya selaku nahkoda, Gunadi, Slamet Hadi Yono, Agus Aripin, dan Siswanto—tidak dapat melanjutkan pelayaran dan terombang-ambing di laut.
Nanang menjelaskan, kondisi di lapangan cukup menyulitkan proses evakuasi. Selain mesin kapal mati, bahan bakar menipis dan cuaca memburuk dengan gelombang tinggi, angin kencang, serta hujan lebat. Kapal juga tidak berani merapat ke daratan karena khawatir menabrak karang.
KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan menempuh jarak sekitar 37 mil laut. Setelah berlayar sekitar dua jam 30 menit, tim SAR tiba di sekitar lokasi terakhir kapal pada Senin dini hari.
Sekitar pukul 01.00 WIB, tim SAR berhasil menemukan posisi KM Hamko 2 dalam kondisi terombang-ambing. Namun, upaya mendekati kapal untuk evakuasi belum dapat dilakukan karena cuaca ekstrem yang dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan tim maupun korban.
“Keselamatan personel menjadi prioritas. Karena cuaca tidak memungkinkan, tim memutuskan untuk menunggu perkembangan situasi,” kata Nanang.
Pada pukul 06.00 WIB, KN SAR 249 Permadi kemudian sandar di Pelabuhan Pelindo Gresik sambil terus berkoordinasi dengan unsur SAR dan pihak terkait di Bangkalan untuk memantau posisi kapal.
Hasil koordinasi membuahkan kabar baik. Sekitar pukul 08.00 WIB, Kantor SAR Surabaya menerima informasi dari Kepala UPP Telaga Biru Bangkalan bahwa KM Hamko 2 berhasil mencapai daratan dan dikandaskan di Dermaga Barat Pelabuhan Sepulu.
“Kelima nelayan dilaporkan dalam kondisi selamat. Selanjutnya, nelayan setempat membantu proses stabilisasi kapal dan perbaikan mesin,” ujar Nanang.
Dalam operasi ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya bekerjasama dengan sejumlah unsur SAR, antara lain UPP Telaga Biru Bangkalan, Satpolairud Telaga Biru Bangkalan, Rukun Nelayan Blimbing, nelayan sekitar Sepulu, serta unsur SAR lainnya.
Nanang menegaskan, keberhasilan penanganan kejadian ini tidak lepas dari sinergi antarpihak dan koordinasi yang cepat. Ia juga mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi kapal dan cuaca sebelum melaut demi keselamatan bersama. (Hms)