Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Seluruh Korban Tanah Longsor di Trenggalek

Trenggalek, BASARNAS - Setelah melakukan upaya pencarian intensif selama enam hari, akhirnya pada Sabtu (24/5/2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban bencana tanah longsor di dusun Kebonagung, desa Depok, kecamatan Bendungan, kabupaten Trenggalek.

Tim SAR gabungan menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal. Korban ketiga ditemukan pada pukul 13.15 WIB, korban keempat ditemukan pada pukul 14.12 WIB, korban kelima ditemukan pada pukul 14.32, dan korban terakhir (keenam) ditemukan pada pukul 14.47 WIB.

Sebelumnya pada hari keempat pencarian, Kamis (22/5/2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pertama dan kedua.

Proses evakuasi kedua jenazah korban ini memakan waktu cukup lama, karena kondisi kedua jenazah tertimbun material longsor cukup dalam. Namun dengan menggunakan excavator dan ditambah penggalian manual, kedua jenazah korban ini berhasil dievakuasi.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy mengatakan, proses evakuasi keempat jenazah korban yang ditemukan hari ini memakan waktu cukup lama, karena kondisi keempat jenazah tertimbun material longsor cukup dalam.

Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya keempat jenazah korban diserahkan oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M. selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR kali ini, kepada KAPOLRES Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki.

Selanjutnya, keempat jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek guna proses identifikasi oleh petugas yang berwenang.

"Kami belum bisa memastikan identitas keempat jenazah korban, karena proses identifikasi perlu dilakukan oleh tim INAFIS,” terang Nanang.

Sebelumnya dalam upaya pencarian para korban, tim SAR gabungan telah mengerahkan sebanyak dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama yang dikoordinasikan BASARNAS, melakukan pencarian korban di lokasi yang dimaksudkan oleh saksi mata dari keluarga korban dan titik perkiraan SAR Dog dari unit K9 Polda Jatim, dengan menggunakan excavator.

Pada saat yang bersamaan, SRU kedua yang dikoordinasikan oleh unsur TNI – POLRI dan potensi SAR, fokus melakukan upaya normalisasi jalur yang digunakan untuk evakuasi jika menemukan korban.

Selama proses pencarian dilakukan, ada tim safety officer yang melakukan pengawasan keamanan seluruh personel tim SAR gabungan yang tergabung dalam SRU pertama dan SRU kedua. Safety officer ini akan memberikan peringatan jika ada tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam keselamatan seluruh personel yang sedang melakukan pencarian.

Sejumlah pihak ikut terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban, diantaranya Kantor SAR Kelas A Surabaya, Tim asistensi dari DItops BASARNAS, BSG, POLRES Trenggalek, SATBRIMOB POLDA JATIM, Unit Satwa K9 POLDA Jatim, Unit INAFIS POLDA Jatim, Unit DVI RS Bhayangkara POLDA Jatim, KODIM 0806 Trenggalek, BPBD Prov Jatim, BPBD kab Trenggalek, BPBD kab Jombang, TAGANA, Polsek Bendungan, KORAMIL Bendungan, SAR Dog Indonesia, DINKES, SAR MTA, Dinas PUPR, PLN, Rumah Zakat, LMI, Dompet Dhuafa, BAZNAS, SARSU, Hujung Galuh Rescue, MDI, SAKA SAR, RAPI, MDMC, warga sekitar dan sejumalh organisasi potensi SAR lainnya. (Hms)