Tiga SRU Air Dikerahkan Mencari Fatoni di Sungai Bondoyudho
Lumajang, BASARNAS – Tim SAR Gabungan mengerahkan tiga SRU (Search and Rescue Unit) air untuk mencari Muhammad Fatoni (16) seorang santri yang tenggelam di sungai Bondoyudho, kecamatan Jatiroto, kabupaten Lumajang, pada Jumat (3/3/2023).
Kejadian naas yang dialami korban ini berawal saat Ia dan 4 orang temannya sedang mandi setelah mencuci karpet milik asrama pondok pesantrennya di tepi sungai, pada Rabu (1/3/2023) sekitar pukul 12.00 WIB.
Koordinator Pos SAR Jember, Prahista Dian mengatakan, upaya pencarian korban sudah dimulai sejak tiga hari sebelumnya, dengan mengerahkan sebanyak 3 SRU air.
Berdasarkan rencana pergerakan, lanjut Prahista, SRU air 1 dan SRU air 2 me-lakukan penyisiran di sisi kanan dan kiri sungai dengan menggunakan perahu karet, dari lokasi kejadian, dengan jarak tempuh sekitar 6 km.
Di beberapa lokasi yang mencurigakan, SRU air 1 dan 2 secara bergantian melakukan manuver perahu karet guna menimbulkan gelombang air yang besar, yang dapat mengangkat benda-benda yang ada di dalam sungai.
“Melalui gelombang air sungai yang besar dari manuver ini, diharapkan dapat mengangkat posisi korban yang diduga ada didasar sungai,” ujar Prahista.
Pada saat yang bersamaan, satu SRU darat bergerak melakukan pemantauan dari darat di lokasi-lokasi yang ada di sepanjang aliran sungai Bondoyudho sambil menyebarluaskan informasi kejadian hanyutnya korban kepada warga sekitar.
Melalui penyebarluasan informasi tersebut, jika ada warga yang mengetahui keberadaan korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada petugas agar bisa ditindaklanjuti.
Sejumlah pihak ikut terlibat dalam upaya pencarian korban ini, diantaranya tim Pos SAR Jember, BPBD kabupaten Lumajang, Polsek dan Koramil Jatiroto, Biting Rescue, Lumajang Rescue, Siluman Rescue, Baret Rescue, FAJI, warga sekitar, serta potensi SAR lainnya.
Hingga berita ini disebarkan, tim SAR gabungan masih berupaya mencari keberadaan korban. (Hms)