Nelayan Tenggelam Ditemukan di Peraian Gending Setelah Dua Hari Pencarian
Probolinggo, BASARNAS – Seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat menjaring ikan di perairan Gending, kabupaten Probolinggo, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan meski sudah dalam kondisi meninggal, pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 10.35 WIB.
Korban yang diketahui bernama Abdul Holis (44) warga dusun Pesisir, desa Randu Putih, kecamatan Dringu, kabupaten Probolinggo ini dilaporkan hilang sejak Senin (12/5/ 2025) karena terjatuh ke laut setelah terlilit jaring ikan yang ditebar.
Rekan-rekan korban sesama awak KMN Brazil yang mengetahui kejadian ini sempat berusaha melakukan upaya pencarian, namun belum berhasil.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan, tim SAR gabungan telah mengerahkan dua SRU untuk melakukan pencarian selama dua hari dengan menggunakan perahu karet dan perahu nelayan.
Kedua SRU air melakukan pencarian di dua area yang berbeda. SRU air pertama melakukan pencarian di area seluas 6,57 mil laut. SRU air kedua melakukan pencarian di area seluas 7,25 mil laut.
Untuk mengoptimalkan upaya pencarian, tim SAR gabungan juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian hilangnya korban kepada nelayan sekitar Hal ini bertujuan agar jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada tim SAR gabungan.
Nanang melanjutkan, tim SAR gabungan menemukan jenazah korban dalam kondisi mengapung di peraian Gending yang berjarak sekitar 5,23 mil laut dari lokasi kejadian terjatuhnya korban.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban ke darat melalui dermaga TPI, lalu membawanya ke rumah duka dan menyerahterimakannya kepada pihak keluarga.
Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat kerjasama yang baik antara sejumlah pihak, diantaranya tim Pos SAR Jember, BPBD kota Probolinggo, BPBD kabupaten Probolinggo, Satpolairud Polres Probolinggo, TNI AL, TAGANA kota Probolinggo, TAGAMA kab Probolinggo, Vapor Rescue, Siluman Rescue, LAZIZMU, BAGUNA, Rumah Zakat, BP 13.13, Dishub kab Probolinggo, Radar Bromo, nelayan sekitar dan potensi SAR lainnya. (Hms)