Kakansar Kelas A Surabaya Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025

Surabaya, BASARNASKepala Kantor SAR (Kakansar) Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., S.IP., M.M., didampingi Kasi Operasi dan Siaga, menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 bertempat di lapangan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (20/3/2025).

Apel yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ini digelar untuk mengecek kesiapan personel beserta peralatan dari sejumlah instansi dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik 2025.

Sejumlah Pejabat Negara hadir dalam apel pasukan ini, diantaranya Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Wamenhub Suntana, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPT, hingga Kepala BMKG.

Dalam sambutannya, KAPOLRI mengatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 ini dibagi menjadi dua kegiatan yang dimulai hari ini untuk 8 Polda prioritas, sementara 26 Maret akan dilaksanakan apel gelar di 28 Polda.

Operasi Ketupat 2025 akan digelar selama 17 hari pada masa arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, yaitu mulai tanggal 23 Maret hingga 08 April 2025. Dalam pelaksanaannya akan melibatkan sebanyak 15.231 personel gabungan dari TNI, Polri, BASARNAS, dan instansi terkait lainnya.

Dalam rangkaian Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 ini, KAPOLRI didampingi para Pejabat yang hadir, melakukan pengecekan pasukan dan peralatan yang akan digunakan sejumlah instansi dalam pengamanan mudik 2025.

KAPOLRI sempat berdialog dengan rescuer Kantor SAR Kelas A Surabaya saat melewati stand peralatan SAR yang dipamerkan. Beliau terlihat antusias saat mendengar penyampaian tentang fungsi sejumlah peralatan ekstrikasi yang ditampilkan BASARNAS.

Sementara itu dalam Rakor Operasi Ketupat Semeru yang sebelumnya digelar di Polda Jatim, telah memetakan lokasi / titik rawan bencana, khususnya pada jalur mudik dan balik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para pihak terkait akan bersinergi untuk menyiagakan personel dan peralatannya di dekat lokasi rawan bencana. (Hms)