Junaidi Ditemukan Meninggal di Perairan Jangkar

Situbondo, BASARNASJunaidi (35) nelayan asal Raas, pada Jumat (14/3/2025) pukul 09.45 WIB ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di perairan Jangkar, kecamatan Asembagus, kabupaten Situbondo.

 

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, P.H., S.IP., M.M., mengatakan, tim SAR gabungan menemukan jenazah korban di lokasi yang berjarak sekitar 3 mil laut dari lokasi kejadian.

 

Proses evakuasi jenazah korban berjalan lancar, mulai dari lokasi penemuan hingga ke darat. Selanjutnya, tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Asembagus guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas yang berwenang.

 

Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, lanjut Nanang, sebanyak dua SRU air telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di perairan Jangkar dengan menggunakan 2 set perahu karet.

 

Kedua SRU air melakukan pencarian di dua area yang berbeda. SRU air pertama melakukan pencarian di area seluas 3 mil laut. SRU air kedua melakukan pencarian di area seluas 2,72 mil laut.

 

Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang pesisir perairan Jangkar, dengan menempuh jarak sekitar 1,5 km.

 

Disela penyisiran darat ini, mereka juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian hilangnya korban kepada nelayan sekitar Hal ini bertujuan agar jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada tim SAR gabungan.

 

Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat kerjasama yang baik antara sejumlah pihak, diantaranya tim Pos SAR Banyuwangi, Satpolairud Situbondo, Pos TNI AL Jangkar, BPBD kabupaten Situbondo, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, TAGANA, Puskesmas Jangkar, nelayan sekitar dan potensi SAR lainnya.

 

Diketahui bahwa kejadian yang dialami korban ini berawal saat Ia sedang mengimbal ikan dari perahu yang ada di tengah perairan menuju ke darat dengan menggunakan perahu kecil, pada Kamis (13/3/2025).

 

Sekitar pukul 0030 WIB, tiba-tiba berhembus angin kencang, karenanya korban menghentikan sementara aktivitasnya itu. Namun saat angin sudah berhenti sekitar pukul 01.30 WIB, korban sudah terlihat lagi dan perahu kecil yang dinaiki korban sudah dalam kondisi terbalik. Saat dicek ke darat, tidaka da yang melihat keberadaan korban. (Hms)