Haikal DItemukan Meninggal di Aliran DAM Menyarik
Pasuruan, BASARNAS – Setelah melakukan pencarian selama dua hari, akhirnya tim SAR gabungan berhasil menemukan Haikal (13), pada Jumat (24/1/2025), di aliran DAM Menyarik, kabupaten Pasuruan.
Kasi Operasi Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy mengatakan korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, pada pukul 10.45 WIB di lokasi yang berjarak sekitar 700 meter.
Dengan kerjasama yang baik antarunsur SAR yang terlibat, akhirnya jenazah korban bisa dievakuasi dari lokasi penemuan. Selanjutnya, tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke RSUD Pasuruan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas yang berwenang.
Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, sebanyak tiga SRU air telah dikerahkan untuk menyisir aliran DAM Menyarik. SRU air pertama melakukan menyisiran dengan me-nempuh jarak 700 m. SRU air kedua melanjutkan menyisiran dengan menempuh jarak 1,4 km. SRU air ketiga, melakukan menyisiran dengan menempuh jarak 2,5 km.
Ketiga SRU tersebut melakukan penyisiran dengan berjalan, tanpa menurunkan perahu karet. Hal ini dilakukan karena kondisi sungai yang dangkal. Namun demikian, pencarian tetap dimaksimalkan dengan menggunakan peralatan aqua eye milik BASARNAS.
Penggunaan aqua eye ini dimaksudkan untuk memindai obyek yang ada di dalam air dengan menggunakan teknologi ultrasonik. Dalam hal ini, untuk mengidentifikasi tubuh korban yang diduga berada di dalam air.
Sejumlah pihak ikut serta dalam proses pencarian hingga evakuasi korban, diantara nya tim Kantor SAR Kelas A Surabaya, BPBD kota dan kabupaten Pasuruan, Satpol PP, Koramil Gondangwetan, Polsek Gondangwetan, BAGANA, TAGANA, Blue Helmet, SAR MTA, CBP, ORARI, LPBI NU, warga sekitar dan potensi SAR lainnya.
Diketahui kejadian yang dialami korban ini berawal saat Ia bersama temannya menyeberangi aliran DAM Menyarik, pada Kamis (23/1/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga korban terpeleset saat akan menyeberang, sehingga Ia terjatuh ke sungai dan akhirnya hanyut terbawa arus. (Hms)