BASARNAS Surabaya Siap Perkuat Respons Darurat Hadapi Dampak Musim Kemarau di Jatim

Surabaya, BASARNAS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim kemarau di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, saat menghadiri rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/3/2026).
 
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., dan anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., yang dimoderatori oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.
 
Rakor yang dihadiri sejumlah pejabat lintas sektor, seperti Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda dan Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur ini membahas penanganan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi, sekaligus mengantisipasi potensi bencana pada musim kemarau.
 
Dari sudut pandang Kantor SAR Kelas A Surabaya, rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi di Jawa Timur khususnya dalam kesiapan respons kedaruratan yang dapat muncul selama musim kemarau.
 
Nanang mengungkapkan, kondisi kekeringan bisa berpotensi memicu peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan perairan, seperti wisata sungai, waduk, maupun pantai. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan air apabila tidak diantisipasi secara optimal.
 
“Pada saat musim kemarau, masyarakat cenderung mencari alternatif lokasi beraktivitas, termasuk ke wilayah perairan. Hal ini berpotensi menimbulkan kondisi kedaruratan baru yang perlu diantisipasi bersama,” ujarnya.
 
Sebagai langkah konkret, Kantor SAR Kelas A Surabaya menyatakan kesiapan dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal pengerahan personel beserta sarana dan peralatan SAR.
 
Nanang menegaskan, Kantor SAR Kelas A Surabaya akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan respons cepat dan efektif terhadap potensi kejadian darurat.
 
“Kantor SAR Kelas A Surabaya berkomitmen untuk bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh pihak terkait dalam menanggulangi dampak kekeringan. Dukungan yang kami berikan tidak hanya berupa personel, tetapi juga peralatan SAR,” kata Nanang.
 
Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh berbagai unsur strategis, mulai dari BMKG, BPBD Provinsi Jawa Timur, hingga OPD terkait, seperti Dinas PU SDA, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menyusun langkah penanganan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang dalam menghadapi dinamika bencana di Jawa Timur. (Hms)