BASARNAS Surabaya Perkuat Sinergi dengan Media
Surabaya, BASARNAS — Peran media dinilai krusial dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Hal ini mengemuka dalam media gathering yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya bersama sejumlah wartawan di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor SAR Kelas A Surabaya ini menjadi forum silaturahmi sekaligus diskusi terbuka mengenai pentingnya komunikasi yang akurat dan berimbang dalam penyampaian informasi tentang kegiatan SAR kepada masyarakat.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan bahwa
media bukan semata sebagai penyampai informasi, melainkan mitra strategis dalam menyampaikan secara faktual kepada publik mengenai langkah-langkah yang dilakukan BASARNAS sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat pada situasi darurat.
Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan beretika, masyarakat dapat memahami bahwa setiap langkah operasi SAR dilakukan berdasarkan prosedur, perhitungan risiko, dan prioritas keselamatan, baik bagi korban maupun personel di lapangan.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Tarmuji, menilai kolaborasi antara BASARNAS dan media semakin penting di tengah maraknya disinformasi di media sosial. Menurutnya, media profesional tetap menjadi rujukan publik karena bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik serta proses verifikasi yang ketat.
Dalam sesi diskusi, Nanang juga memastikan bahwa Kantor SAR Kelas A Surabaya siap siaga 24 jam, termasuk pada periode libur Lebaran. Kesiapan tersebut dilakukan melalui penempatan personel terlatih dan pemetaan potensi kerawanan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Nanang menyebut wilayah perairan masih menjadi daerah rawan di Jawa Timur, mengingat panjangnya garis pantai serta tingginya aktivitas pelayaran dan wisata bahari. Untuk itu, pos SAR dan Unit Siaga SAR telah disiagakan di sejumlah titik strategis guna mempercepat respons penanganan kondisi darurat.
Usai media gathering, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi ladder rescue yang diperagakan langsung oleh personel rescuer Kantor SAR Kelas A Surabaya. Dalam simulasi tersebut, ditunjukkan teknik evakuasi korban menggunakan tangga sebagai sarana penyelamatan pada kondisi darurat, khususnya di lokasi dengan ketinggian atau akses terbatas.
Tim rescuer memperagakan secara runtut tahapan penyelamatan, mulai dari persiapan peralatan, pengamanan area, hingga proses evakuasi korban yang dilakukan secara aman dan terkontrol. Simulasi ini memberi gambaran nyata kepada para wartawan mengenai prosedur pertolongan yang diterapkan di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan media dapat memahami tantangan serta risiko yang dihadapi tim SAR dalam setiap operasi, sekaligus mendukung penyampaian informasi yang lebih akurat dan edukatif kepada masyarakat terkait proses pencarian dan pertolongan. (Hms)