Tim SAR Gabungan Temukan Pelampung dan Korban Teridentifikasi Bertambah
Banyuwangi, BASARNAS - Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap korban musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya hingga hari keenam, Senin (6/7/2025) ini, mengalami perkembangan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno selaku SMC dalam Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya ini mengatakan bahwa pada hari keenam operasi SAR ini pencarian udara yang dilakukan menggunakan helikopter BASARNAS HR 3606 telah melihat 2 buah pelampung yang diduga milik KMP Tunu Pratama Jaya.
Lokasi penemuan pelampung ini di sekitar perairan Taman Nasional Alas Purwo, di koordinat 8° 40' 12.34" S 114° 35' 30.85" E. Jika ditarik garis lurus, lokasi penemuan ini berjarak sekitar 26,2 mil laut dari lokasi kejadian tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, dengan heading 146,02º. Dalam konferensi pers dengan sejumlah media,
Eko Suyatno juga menyampaikan perkembangan lain. Jenazah kedua yang ditemukan pada hari kedua pencarian, berhasil diidentifikasi oleh tim DVI POLDA Jatim, yaitu atas nama Daniar Nadief Inzaqi (21) asal Glenmore, Banyuwangi.
Dengan telah teridentifikasinya kedua jenazah yang ditemukan, maka jumlah korban yang ditemukan dari musibah KMP Tunu Pratama Jaya ini menjadi 38 orang, dengan rincian 30 orang ditemukan selamat, 8 orang ditemukan meninggal, dan 27 orang dalam pencarian.
Pada hari keenam operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya ini, tim SAR gabungan telah mengerahkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, dibantu relawan dan warga sekitar, beserta sejumlah Alut SAR udara, laut, darat dan bawah permukaan.
SRU udara melakukan pencarian di atas wilayah perairan selat Bali, hingga ke selatan, di perairan Muncar dan Alas Purwo. Sebanyak tiga Alut SAR digunakan, yaitu helikopter HR 3606 BASARNAS, helikopter Bell 429 POLRI, dan pesawat Cesna 217 API Banyuwangi.
Sementara itu, SRU laut telah melakukan pencarian di laut, mulai perairan utara dari lokasi kejadian hingga ke arah selatan, mencapai semenanjung Blambangan. Luas daerah peraian yang disisir sejauh sekitar 25 mil laut.
Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi cuaca perairan selat Bali. Dimana menurut data BMKG, cuaca berawan hingga hujan ringan, kecepatan angin berkisar diantara 4 - 25 knots, ketinggian gelombang di kisaran 0,5 – 2,5 meter, visibility 2 – 7 km, serta kecepatan arus 2,4 m/s.
Pada saat yang bersamaan, SRU darat juga melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai, baik di wilayah Banyuwangi maupun Bali.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR hari keenam pencarian ini, diantaranya dari Kantor Pusat BASARNAS, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 PUSPENERBAL, PUSHIDROSAL, LANAL Banyuwangi, LANAL Gilimanuk, BAHARKAM POLRI, DITPOLAIRUD POLDA JATIM, POLRES Banyuwangi, SATPOLAIRUD POLRES Banyuwangi, SATPOLAIRUD POLDA Bali, SATBRIMOB, KPLP, BSG, KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk, KODIM 0825 Banyuwangi, KORAMIL Banyuwangi Kota, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Prov Jatim, BPBD kab Banyuwangi, DAMKAR, TAGANA, BKK Banyuwangi, SAR MTA, SAR OPA UNEJ, Besromben Indonesia, nelayan sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. (Hms)