KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Tim SAR Temukan Tiga Korban di Hari Kedua Pencarian


Tuban – Tim SAR gabungan telah menemukan sebanyak tiga dari sembilan orang korban tenggelamnya perahu penyeberangan di Bengawan Solo, kabupaten Tuban, pada Kamis (4/11).

Hari Adi Purnomo, Kepala Kantor Surabaya selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR gabungan ini mengatakan, tiga orang korban ini ditemukan di lokasi dan juga waktu yang berbeda.

Korban pertama ditemukan pada pukul 09.15 WIB di lokasi yang berjarak sekitar 1,38 kilometer dari lokasi kejadian. Setelah diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim, identitas korban diketahui atas nama Agus Tutin (28).

Korban kedua ditemukan pada pukul 13.15 WIB di sekitar lokasi kejadian. Korban ketiga ditemukan pada pukul 13.42 WIB di lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian tenggelamnya perahu penyeberangan.

Setelah melalui proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim bekerjasama dengan tim medis RSUD Tuban, identitas kedua korban diketahui atas nama Toro (40) dan Kasian (65). Ketiga jenazah korban ini kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya dalam upaya pencarian para korban, lanjut Hari, sebanyak lima SRU (Search and Rescue Unit) air telah dikerahkan menyisir Bengawan Solo yang dimulai dari lokasi kejadian.

SRU air kesatu melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. SRU air kedua menyisir dari koordinat 7° 4' 3.91" S  112° 1' 24.02" E dengan menempuh jarak sekitar 6 kilometer hingga sampai di daerah tambangan Prambon Wetan.

SRU air ketiga melakukan penyisiran sejauh 8 kilometer dari tambangan Prambon Wetan hingga sampi di daerah tambangan Klotok. SRU air keempat melakukan penyisiran dari tambangan Klotok hingga sampai di daeram DAM Cim-Cim.

SRU air kelima melanjutkan penyisiran dari jembatan Cim-Cim lama hingga sampai di daerah bendungan Gerak dengan menempuh jarak sekitar 13 kilometer.

Di beberpa lokasi yang dicurigai, seperti di tumpukan sampah dan eceng gondok, SRU air melakukan manuver perahu karet agar sampah dan eceng gondok terkoyak dengan gelombang air besar yang ditimbulkan. Sehingga benda-benda yang ada di dalam sungai, termasuk korban yang dicurigai berada di dasar sungai, dapat terangkat ke permukaan.

Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat proses pencarian korban, yaitu kondisi arus Bengawan Solo yang sangat deras, baik di permukaan maupun di dalamnya. Selain itu, banyak terdapat tumpukan sampah dan tanaman eceng gondok yang terdapat di beberapa lokasi.

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan sebanyak lima SRU darat untuk melakukan pemantauan di beberapa titik seperti di lokasi penyeberangan tradisional dan jembatan.

SRU darat juga menyebarluaskan informasi para korban kejadian perahu tenggelam yang belum ditemukan, sehingga jika nantinya ada diantara mereka yang melihat posisi para korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada petugas.

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian, diantaranya tim operasi Kantor SAR Surabaya, BPBD kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Ditpolair Polda Jatim, Brimob Bojonegoro, Polres Tuban, Polres Bojonegoro, KODIM 0811 Tuban, KODIM 0813 Bojonegoro, SAR MTA, ACT, GERPIK, SAR Sikatan, Elang Bengawan Rescue, RAPI, ORARI, SAR Ngawi, MDMC, SAR Surabaya, Rendan, PMI, LPBI NU, Banser, warga sekitar dan sejumlah organisasi Potensi SAR lainnya. (Lib)



Kategori Berita Kansar , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
4 November 18:40 WIB