KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Pencarian Terhadap Angga di Sungai Sukun


Malang – Upaya pencarian terhadap Anggariawan Tegar Pragiwaksa (23) yang tenggelam di sungai Sukun, kota Malang, dilakukan intensif oleh tim SAR gabungan sejak korban dilaporkan tenggelam. Pencarian ini pun berhasil dengan ditemukannya korban pada Selasa (22/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun Angga, nama sapaan korban, yang merupakan warga Janti gang VI kota Malang ini ditemukan dalam kondisi meninggal. Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban dalam posisi tertelungkup di bawah pohon bambu yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari lokasi musibah atau pada koordinat 08° 01’ 10,0” S 112° 37’ 23,0” E.

Berdasarkan keterangan dari petugas Polsek Sukun, saat ditemukan, pakaian yang dikenakan korban masih lengkap, yaitu kaos dan celana jeans pendek. Di tubuh korban terdapat luka, seperti di pelipis, mulut, hidung dan tangan. Diduga luka ini akibat terbenturnya tubuh korban saat terbawa arus sungai.

Koordinator lapangan tim rescuer Kantor SAR Surabaya, Ainul Makhdin mengatakan, selain dari Kantor SAR Surabaya, upaya pencarian terhadap Angga juga melibatkan sejumlah potensi SAR, seperti dari TRC BPBD kota Malang, SAR Mahameru dan warga setempat.

"Selain menggunakan perahu karet, tim SAR gabungan juga melakukan pencarian korban dengan menyisir sepanjang tepi sungai Sukun. Pencarian melalui jalur darat dan sungai, dimulai dari lokasi tenggelamnya korban," ujar Ainul.

Tidak ada kendala yang menghambat tim SAR gabungan saat melakukan pencarian. Kondisi cuaca sangat mendukung, arus sungai yang relatif tenang, debit air normal, meski kondisi air sungai Sukun keruh. Meskipun demikian, tim SAR gabungan tetap berhati-hati melakukan pencarian, sebab kondisi tepi sungai sangat licin setelah semalaman diguyur hujan.

Setelah berhasil dievakuasi ke darat, tim SAR gabungan dengan didampingi petugas Polsek Sukun membawa jenazah korban ke ruang jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar kota Malang untuk diotopsi oleh petugas medis. Kemudian diserahkan ke pihak keluarga korban untuk dimakamkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi mata, sebelumnya korban diketahui sedang memancing ikan di sungai Sukun bersama empat temannya, yaitu Suwadji (47), Sueb (21), Didik (17) dan Bagas (17), pada Senin (21/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat asyik memancing saat hujan turun, tiba-tiba arus sungai semakin deras dan meluap mengenai mereka berlima.

Keempat teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi. Korban yang tidak bisa berenang tenggelam terbawa arus sungai. Salah satu teman korban, Suwadji, sempat berusaha menceburkan diri ke sungai untuk menolong korban. Namun karena derasnya arus sungai, Suwadji pun tidak berhasil dan korban pun hanyut. (Lib)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
22 December 21:00 WIB