KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Brantas


Malang – Upaya pencarian terhadap Riki Setiawan (21) warga desa Jatilengger, kecamatan Ponggok, kabupaten Blitar yang tenggelam di sungai Brantas, desa Selokajang, kecamatan Srengat, kabupaten Blitar akhirnya membuahkan hasil. Berkat bantuan warga sekitar, akhirnya tim SAR gabungan dapat menemukan korban dalam kondisi meninggal pada Senin (4/1) sekitar pukul 08.15 WIB. {READMORE}

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Trenggalek, Polsek Srengat, Koramil Srengat, Tagana Blitar, ORARI Blitar, RAPI Blitar dan PMI Blitar menemukan jenazah korban pada koordinat 08° 06’ 33,69” S - 112° 02’ 54,97” E. Lokasi ditemukannya jenazah korban berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi tenggelamnya korban.

Koordinator lapangan tim rescuer Pos SAR Trenggalek, Andris Dwi, mengatakan bahwa upaya pencarian terhadap keberadaan korban dilakukan dengan dua cara. Pertama, penyisiran oleh SRU (Search and Rescue Unit) darat di sepanjang tepi sungai. Kedua, penyisiran oleh SRU air dengan menggunakan perahu karet menyusuri sepanjang aliran sungai Brantas.

“Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan seksama, memperhatikan tanda-tanda keberadaan korban. Kondisi cuaca saat proses pencarian cukup mendukung, namun aliran air sungai Brantas cukup deras, sehingga tim SAr gabungan sangat berhati-hati saat melakukan pencarian di sungai,” ujar Andris.

SRU air, lanjut Andris, beberapa kali melakukan manuver perahu karet atau gerakan zig-zag dan memutar di area pencarian. Cara ini bertujuan untuk membuat gelombang agar jenazah korban yang diduga tertancap di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan.

Setelah dievakuasi dari sungai, jenazah Riki kemudian dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Daerah (RSD) Mardi Waluyo kota Blitar untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan jenazah sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kronologi musibah tenggelamnya Riki berawal ketika korban bersama saudaranya, Sulton Ainun (20), serta tiga orang temannya, Riko Puji (16), Agung Juwono (19), dan Andre Setiawan (17) berenang menyeberangi sungai Brantas yang arus airnya deras setelah diguyur hujan.

Korban tidak berhasil berenang sampai ke seberang sungai seperti saudara dan tiga temannya. Diduga korban mengalami kelelahan atau kram ketika berusaha berenang menyusul saudara dan teman-temannya, hingga akhirnya tenggelam dan terseret arus sungai. (Lib)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
4 January 15:00 WIB