KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Tanjung Perak


Surabaya – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Rabu (18/11). Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi V, Michael Wattimena, dan diikuti 13 orang anggota Komisi V ini sebagai bentuk respon para wakil rakyat terhadap terhadap keselamatan pelayaran paska terjadinya musibah tenggelamnya KM Wihan Sejahtera. {READMORE}

Kunjungan kerja spesifik ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan dari pihak-pihak terkait tentang kronologi musibah tenggelamnya KM Wihan Sejahtera berjenis Roll Off-Roll On (RoRo), proses evakuasi 212 orang penumpang dan ABK-nya, serta proses penanganan korban, mulai dari perawatan medis, pemulangan korban ke tempat asal hingga jaminan asuransi bagi para korban.

Tim Komisi V DPR RI mendengarkan penjelasan, mulai dari Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Wakil Direktur Polair Polda Jatim, Komisaris PT Pelindo III Tanjung Perak, Inspektur BASARNAS dan Kepala Kantor SAR Surabaya, Kepala Dinas Navigasi Tanjung Perak, Nahkoda KM Wihan Sejahtera, dan perwakilan PT Trimitra Samudra.

Ada beberapa kesimpulan hasil pertemuan yang dilaksanakan di Gapura Surya Nusantara tersebut, diantaranya data manifest penumpang KM Wihan Sejahtera yang tidak jelas karena disinyalir ada penumpang gelap, serta alur pelayaran barat Surabaya yang belum sepenuhnya aman karena masih ada bangkai kapal tenggelam yang belum dibersihkan.

Michael mengatakan ada dua indikasi yang diduga menjadi penyebab terjadinya musibah ini, yaitu adanya benturan dengan benda di dalam laut dan adanya kebocoran pada bagian lambung kapal. Namun Michael menegaskan bahwa itu baru sebatas asumsi, karena penyebab yang sebenarnya masih diselidiki oleh KNKT sebagai pihak yang berwenang.

Setelah mengadakan pertemuan, tim Komisi V DPR RI beserta rombongan melakukan peninjauan ke lokasi tenggelamnya KM Wihan Sejahtera di perairan laut Teluk Lamong, dengan menggunakan dua kapal milik KPLP Tanjung Perak. Namun karena langit sudah gelap ditambah pasangnya air alut, membuat bangkai kapal tidak terlihat dan tinjauan tersebut tidak berjalan maksimal. (Lib)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
19 November 20:10 WIB