KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Korban Tenggelam di Sungai Kedung Sumur Akhirnya Ditemukan


Mojokerto – Arianti (32) warga desa Batan Krajan RT 03 RW 02, kecamatan Gedek, kabupaten Mojokerto, yang sebelumnya tenggelam di sungai Kedung Sumur, pada Selasa (16/2) sekitar pukul 12.30 WIB. Tim SAR gabungan menemukan Arianti dalam kondisi meninggal setelah melakukan pencarian selama tiga hari. {READMORE}

Jenazah korban ditemukan setelah ada laporan dari seorang warga yang melihat ada sesosok jenazah yang mengapung dan tersangkut pohon bambu di tepi sungai Kedung Sumur, desa penompo, kecamatan Jetis, kabupaten Mojokerto. Tim SAR gabungan pun segera bergerak ke lokasi tersebut untuk melakukan evakuasi.

“Setelah kami melakukan pengecekan, ciri-ciri korban yang dilaporkan sama dengan ciri-ciri jenazah yang baru kami evakuasi, yaitu memakai celana warna merah muda, kaos warna hitam dan jaket warna merah.,” kata Asnawi Suroso, koordinator lapangan tim rescuer Kantor SAR Surabaya.

Kabar penemuan jenazah korban tersebut cepat menyebar ke warga di sekitar lokasi musibah. Warga kemudian beramai-ramai datang ke lokasi evakuasi untuk melihatnya. Namun aparat Kepolisian dibantu unsur SAR lainnya dengan sigap melakukan pengamanan di lokasi agar proses evakuasi jenazah korban berjalan lancar.

Setelah berhasil dievakuasi ke darat, lanjut Asnawi, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah sakit umum kota Mojokerto guna pemeriksaan lebih lanjut, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sebelumnya, tim rescuer Kantor SAR Surabaya bersama unsur SAR dari Polresta Mojokerto, Polsek Gedeg, Polsek Jetis, Koramil Gedeg, BPBD kabupaten Mojokerto, PMI kabupaten Mojokerto, RMB, LPBI NU dan warga sekitar secara intensif melakukan upaya pencarian sejak korban dinyatakan hilang di sungai sejak (14/2) pukul 14.15 WIB.

“Upaya pencarian tidak hanya dilakukan di darat dengan melakukan pengamatan di sepanjang tepi sungai Kedung Sumur, namun juga penyisiran di sungai dengan menggunakan perahu karet,” ujar Asnawi.

Asnawi mengatakan selama proses pencarian, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian sangat mendukung. Namun, tim SAR gabungan sempat menghadapi kendala berupa kondisi arus sungai yang cukup deras dan banyaknya pohon bambu yang tumbuh menjorok ke sungai. Kondisi ini membuat personel harus tiarap berlindung di lambung perahu saat melewatinya. (Lib)  



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
17 February 10:50 WIB