KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Iswayudi Ditemukan Meninggal di Sungai Brantas


Jombang – Iswayudi (29) seorang warga dusun Gempolpait ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di sungai Brantas, desa Megaluh, kabupaten Jombang, pada Senin (11/3) sekitar pukul 00.15 WIB.

Penemuan keberadaan korban ini berkat informasi yang diberikan warga yang melihat ada satu jenazah di sungai Brantas. Lokasinya berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian tenggelamnya korban.

Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan, proses evakuasi jenazah korban yang dilakukan pada dini hari telah  berjalan dengan lancar. Selanjutnya, jenazah korban dibawa menuju ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa saksi mata, selain Iswayudi, ada dua korban lainnya, yaitu Imrotul Azizah (28) dan M Naufal Falakhudin (9) yang merupakan isteri dan anak korban.

Kejadian naas yang dialami ketiga korban ini terjadi, pada Sabtu (9/4) saat korban beserta isteri dan anaknya menyeberangi sungai Brantas dengan menggunakan perahu penyeberangan.

Sekitar pukul 15.45 WIB, saat perahu penyeberangan mendekati dermaga tujuan, jaraknya sekita 15 meter, diduga korban menarik gas sepeda motornya yang berakibat ketiganya tercebur ke sungai.

Paska kejadian, Naufal berhasil diselamatkan oleh saksi mata di sekitar dalam kondisi selamat, Azizah ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal. Sedangkan korban hanyut terbawa arus sungai.

Sebelumnya dalam upaya menemukan korban, lanjut Wayan, tim SAR gabungan telah mengerahkan empat SRU air untuk melakukan pencarian di sungai Brantas dengan meng-gunakan perahu karet.

SRU air 1 dan SRU air 2 melakukan pencarian di sisi kanan dan kiri sungai dengan menempuh jarak sekitar 2 km, dimulai dari lokasi kejadian tenggelamnya korban menuju ke daerah DAM Karet Jatim Klerek.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh SRU air 3 dan SRU air 4 dari DAM Karet Jatim Klerek menuju ke DAM Karet Meruntus, dengan menempuh jarak sekitar 20 km.

“Empat SRU air secara bergantian melakukan manuver perahu di beberapa lokasi yang dicurigai. Manuver ini dilakukan agar timbul gelombang air yang besar, sehingga dapat mengangkat posisi korban yang diduga berada di dasar sungai,” tambah Wayan.

Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel tim SAR gabungan melakukan pemantauan di beberapa titik di sepanjang sungai Brantas. Mereka juga menyebarkan informasi kejadian tenggelamnya korban kepada warga di sekitar sungai.

Penyebarluasan informasi ini bertujuan agar mereka memberikan informasi kepada petugas jika nantinya menemukan keberadaan korban.

Tim SAR gabungan juga menemukan sepeda motor milik korban, pada Minggu (10/4) sekitar pukul 11.10 WIB. Setelah berhasil diangkat dan dibawa ke darat, sepeda motor ter-sebut diserahkan kepada pihak Kepolisian.

Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat kerjasama dai unsur-unsur di Tim SAR gabungan, diantaranya tim Kantor SAR Surabaya, BPBD kabupaten Jombang, Polsek Megaluh, Koramil Megaluh, SAR MTA, GERPIK, SEMAR, EEA, BP 13.17, Relawan Birunya Cinta, Sibhara Rescue, CORE, BANSER dan potensi SAR lainnya. (Lib)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan kapal .
Pengunggah : surabaya
11 April 9:15 WIB