KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Temukan Dua Korban


Tuban – Tim SAR gabungan telah menemukan dua orang korban kejadian tenggelamnya perahu penyeberangan di Bengawan Solo, pada hari ketiga pencarian, Jumat (5/11).

Kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi dan pada waktu yang berbeda.

Kepala Kantor Surabaya, Hari Adi Purnomo selaku SMC mengatakan, penemuan korban ini berkat informasi yang diberikan warga sekitar Bengawan Solo yang melihat ada mayat yang mengapung di sungai.

 Korban pertama ditemukan sekitar pukul 06.20 WIB di lokasi yang berjarak sekitar 3,25 kilometer dari lokasi kejadian. Korban kedua ditemukan di sekitar daerah Prambon Wetan, pada pukul 20.53 WIB.

Berdasarkan informasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan satu SRU air untuk melakukan mengevakuasi kedua jenazah tersebut. Kedua jenazah korban ini kemudian dievakuasi ke darat melalui dermaga penyeberangan di lokasi kejadian.

Setelah melalui proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim bersama petugas medis di RSUD Tuban, identitas kedua orang korban yang ditemukan ini diketahui atas nama Basori (45) dan Dian Permana (30).

Sebelumnya dalam upaya pencarian para korban, lanjut Hari, sebanyak lima SRU air telah dikerahkan untuk menyisir Bengawan Solo dengan menggunakan perahu karet. Kali ini jarak penyisiran diperpanjang hingga sekitar 50 kilometer.

SRU air pertama melakukan penyisiran sejauh 7,7 kilometer, yang dimulai dari lokasi kejadian hingga ke daerah tambangan Prambon Wetan. SRU air kedua melanjutkan upaya penyisiran hingga sampai di tambangan Klotok yang menempuh jarak sejauh 8 kilometer.

SRU air ketiga melakukan penyisiran dari tambangan Klotok hingga jembatan Cim-Cim lama dengan menempuh jarak sekitar 8,3 kilometer. SRU air keempat melanjutkan penyisir-an hingga di bendungan Gerak dengan menmpuh jarak sekitar 13 kilometer.

Dari bendungan Gerak di daerah babat, SRU air kelima melanjutkan upaya penyisiran hingga sampai di daerah percabangan Pelangwot dengan menempuh jarak sejauh 13 kilo-meter.

Di beberpa lokasi yang dicurigai, seperti di tumpukan sampah dan eceng gondok, SRU air melakukan manuver perahu karet agar sampah dan eceng gondok terkoyak dengan gelombang air besar yang ditimbulkan. Sehingga benda-benda yang ada di dalam sungai, termasuk korban yang dicurigai berada di dasar sungai, dapat terangkat ke permukaan.

Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat proses pencarian korban, yaitu kondisi arus Bengawan Solo yang sangat deras, baik di permukaan maupun di dalamnya. Selain itu, banyak terdapat tumpukan sampah dan tanaman eceng gondok yang terdapat di beberapa lokasi.

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan sebanyak lima SRU darat untuk melakukan pemantauan di beberapa titik seperti di lokasi penyeberangan tradisional dan jembatan.

SRU darat juga menyebarluaskan informasi para korban kejadian perahu tenggelam yang belum ditemukan, sehingga jika nantinya ada diantara mereka yang melihat posisi para korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada petugas.

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian, diantaranya tim operasi Kantor SAR Surabaya, BPBD kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Ditpolair Polda Jatim, Brimob Bojonegoro, Polres Tuban, Polres Bojonegoro, KODIM 0811 Tuban, KODIM 0813 Bojonegoro, SAR MTA, ACT, GERPIK, SAR Sikatan, Elang Bengawan Rescue, RAPI, ORARI, SAR Ngawi, MDMC, SAR Surabaya, Rendan, PMI, LPBI NU, Banser, warga sekitar dan sejumlah organisasi Potensi SAR lainnya. (Lib)

 



Kategori Berita Kansar , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
5 November 11:50 WIB