KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Basarnas Evakuasi Nursalim dari Dasar Sumur


Pasuruan  – Tim rescuer Basarnas Kantor SAR Surabaya berhasil mengevakuasi Nursalim (60) dari dalam sumur, pada Jum’at (11/12) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang merupakan warga dusun Watulunyu, desa Oro-Oro Ombo Wetan, kecamatan Rambit, kabupaten Pasuruan ini dievakuasi dalam kondisi meninggal dari dasar sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter tersebut. {READMORE}

Jenazah Nursalim berhasil diangkat ke permukaan setelah tim rescuer Kantor SAR Surabaya berupaya mengevakuasi korban selama tiga jam. Ada sejumlah kendala yang dihadapi, diantaranya kondisi sekitar yang gelap karena proses evakuasi sendiri berlangsung saat dini hari, dan minimnya penerangan saat tim rescuer masuk ke dalam sumur.

“Sumur yang menjadi tempat kejadian musibah memiliki diameter yang kecil, sehingga hal ini tentu membatasi pergerakan rescuer yang kami turunkan ke dalamnya,” kata Asnawi Suroso, Koordinator lapangan tim rescuer Kantor SAR Surabaya.

Oleh karenanya personel tersebut, lanjut Asnawi, diturunkan dengan teknik lowering secara perlahan dan berhati-hati menggunakan peralatan larkin rescue frame.

“Kendala lain yang dihadapi tim evakuasi adalah minimnya kandungan udara yang terdapat di dalam sumur. Sehingga agar dapat menjangkau korban di dasar sumur, maka personel yang turun dilengkapi dengan peralatan SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) atau alat bantu pernafasan,” ujar Asnawi.

Dalam proses evakuasi jenazah Nursalim, tim rescuer Kantor SAR Surabaya juga dibantu unsur SAR setempat, seperti dari BPBD kabupaten Pasuruan, USSAR (Untung Surapati Search and Rescue), USAR PMI kota Malang, Polsek Rembang, Koramil Rembang dan warga di sekitar lokasi musibah.

Atas permintaan dari pihak keluarga korban, setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya jenazah Nursalim langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan perawatan jenazah sebelum dimakamkan.

Berdasarkan keterangan yang dari pihak keluarga, sebelum kejadian musibah yang menimpanya, korban sudah tiga hari meninggalkan rumah. Akhirnya anak korban mencari dan langsung menuju ke lokasi sumur tersebut, sebab menurutnya, korban memang sering beraktivitas di sekitar kebun tempat sumur tersebut berada. (Lib)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
11 December 9:00 WIB