KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SURABAYA


Astutik Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Tanah Longsor


Pasuruan – Alim Astutik (48) seorang petani asal desa Ngadirejo, pada Senin (7/2) pukul 08.30 WIB, ditemukan sudah dalam kondisi meninggal setelah sebelumnya terseret tanah longsor hingga terbawa aliran sungai di dusun Kletak, kabupaten Pasuruan.

Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan, jenazah Astutik  ditemukan tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian, di lokasi yang terletak di koordinat 7° 54' 28.8" S 112° 49' 38.9" E.

Tim SAR gabungan yang menemukan jenazah korban kemudian mengevakuasinya dan membawanya ke rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, sebanyak dua SRU air dikerahkan untuk mencari korban di aliran sungai dusun Kletak.

SRU air 1 memulai pencarian dari daerah di koordinat 07° 55' 19" S 112° 52' 09" E hingga ke daerah di koordinat 07° 55' 32" S 112° 51' 03" E. SRU air 2 memulai pencarian dari daerah di koordinat 07° 55' 32" S 112° 51' 03" E hingga ke daerah di koordinat 07° 55' 05" S 112° 50' 25" E.

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan satu SRU darat untuk melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian tenggelamnya korban kemudian menyusuri sepanjang aliran sungai dusun Kletak.

Dalam penyisiran tersebut, SRU darat juga menyebarkan informasi tentang kejadian hanyutnya korban ke warga sekitar. Tujuannya adalah agar mereka dapat memberikan informasi kepada petugas jika nantinya menemukan keberadaan korban.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian korban ini, diantaranya tim operasi Kantor SAR Surabaya, BPBD kabupaten Pasuruan, SAR Mahameru, PSC Pasuruan, Polsek Tutur, Koramil Tutur, RENTAN, RAPI, BP, LPBI NU, dan potensi SAR lainnya. (Lib)



Kategori Berita Kansar , Bencana .
Pengunggah : surabaya
7 February 10:15 WIB