A.    SARANA SAR AIR

Untuk mendukung kegiatan operasi SAR terhadap musibah perairan di wilayah perairan propinsi Jawa Timur, baik perairan laut maupun perairan air tawar, maka dibutuhkan sarana SAR perairan pada saat melaksanakan operasi SAR, seperti Rescue Boat, Rigid Inflatable Boat, Rubber Boat, danRafting Boat.

1)  Rescue Boat

Rescue Boat(RB) adalah kapal versi BASARNAS, yang difungsikan sebagai sarana angkut rescuer (ABK) dan untuk melakukan kegiatan SAR di perairan laut. Kantor SAR Surabaya memiliki 1 unit RB dengan nomor lambung 204, atau dikenal dengan sebutan RB 204. RB 204 berukuran 36 meter, bersandar di dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya.

 

2)  Rigid Inflatable Boat (RIB) 

RIB adalah sarana operasional yang digunakan di daerah dekat pantai yang sangat efisien untuk penyelamatan korban di air pada permukaan yang dangkal, berbentuk menyerupai perahu karet dengan lunas fiber glass serta dilengkapi kemudi dibagian tengah untuk memberikan sudut pandang yang luas bagi operatornya. Kantor SAR Surabaya memiliki 1 unit RIB berukuran 12 meter.

 

3)  Rubber Boat 

Rubber boat / perahu karet adalah sarana kegiatan SAR yang digunakan di perairan laut dengan kondisi gelombang yang relatif tenang dan perairan air tawar, seperti di sungai dan danau. Selain dengan alat dayung, operasional perahu karet juga menggunakan mesin motor tempel dengan berbagai kekuatan. Kantor SAR Surabaya memiliki 12 buah perahu karet dengan mesin motor tempel berkekuatan 15 PK, 25 PK, dan 45 PK.

 

4)  Rafting Boat

Rafting boatadalah sarana operasional SAR yang digunakan di daerah sungai yang berarus deras, bentuknya seperti perahu karet namun tidak menggunakan deck. Operasional rafting boat hanya menggunakan alat dayung. Kantor SAR Surabaya memiliki 3 unit rafting boat. Penempatannya masing-masing 1 unit di Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Jember, dan Pos SAR Trenggalek.

      

 

B.    SARANA ANGKUT SAR DARAT

Untuk mendukung kegiatan operasi SAR terhadap musibah yang terjadi di darat, maka dibutuhkan sarana SAR darat, seperti rescue truck, rescue car, mobil dan truk angkut personil, dan motor trail.

1)  Rescue Truck 

Rescue Truckmerupakan sarana penunjang operasi SAR terhadap musibah lain, seperti gempa bumi, bangunan runtuh, dan kecelakaan di jalan raya. Sampai saat ini, Kantor SAR Surabaya memiliki 1 unit rescue truck.

      

 

2)  Rescue Car

Rescue car disiapkan dalam rangka mendukung kecepatan mobilisasi tim rescue yang akan memberikan bantuan pertolongan. Dengan kelengkapan rescue tool, maka tim rescue dapat segera mem­berikan bantuan pada korban yang terjepit. Sampai saat ini, Kantor SAR Surabaya memiliki 1 unit rescue car yang dilengkapi dengan GPS dan alat komunikasi.

      

 

3)  Mobil Angkut Personil

Mobil angkut personil adalah sarana angkut personil yang sekaligus dapat digunakan untuk mengangkut peralatan SAR. Sampai saat ini, Kantor SAR Surabaya memiliki 5 unit mobil angkut personil yang dilengkapi dengan alat komunikasi.

  Mobil angkut personil merek Izuzu D-Max

  Mobil angkut personil jenis Defender

 

4)  Truk Angkut Personil

Truk angkut personil adalah sarana angkut personil yang sekaligus dapat digunakan untuk mengangkut peralatan SAR. Sampai saat ini, Kantor SAR Surabaya memiliki 2 unit mobil angkut personil yang dilengkapi dengan alat komunikasi.

  Truk angkut personil merek Mitsubishi

  Truk angkut personil merek Izuzu

 

5)  Motor Trail

Motor trail adalah sarana mobilisasi personil ke lokasi terjadinya musibah yang tidak dapat dijangkau dengan mobil atau truk. Sampai saat ini, Kantor SAR Surabaya memiliki 3 unit motor trail. Penempatannya masing-masing 1 unit di Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Jember, dan Pos SAR Trenggalek.


6)  Mobil ATV Heavy Duty

Mobil ATV Heavy Duty adalah sarana pendukung pergerakan tim rescue di medan berat, seperti di pasir pantai dan jalan becek berlumpur. Sampai saat ini, Kantor SAR Surabaya memiliki 1 unit mobil ATV Heavy Duty

 

C.    PERALATAN SAR (SAR Equipment)

Peralatan SAR adalah bagian penting bagi res­cuer ketika melaksanakan pertolongan terhadap korban musibah di lapangan, sehingga dengan dukungan peralatan yang memadai akan membantu proses pertolongan dan selanjutnya akan meningkatkan prosentasi keberhasilan operasi.

 

Peralatan SAR ini diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu:

1.  Peralatan perorangan

Terdiri atas Peralatan pokok perorangan dan Peralatan pendukung perorangan;

2.  Peralatan beregu.

Terdiri atas Peralatan pokok beregu dan Peralatan pendukung beregu;

 

Dengan klasifikasi ini akan memberikan kemudahan dalam memilah ketika melakukan penyimpanan maupun penyiapan untuk operasi.

Untuk mendukung kegiatan operasi SAR dan Siaga SAR, Kantor SAR Surabaya telah dilengkapi dengan berbagai jenis peralatan SAR, meskipun belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan sesuai persyaratan mengingat keterbatasan anggaran dan biaya operasional.

 

D.    PERALATAN KOMUNIKASI

Salah satu komponen fasilitas SAR yang memegang kunci peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan SAR adalah Sistem Komunikasi SAR. Sistem komunikasi ini tidak lepas dari semua jenis peralatan komunikasi yang digunakan sebagai sarana pertukaran informasi balk berupa voice maupun data dalam kegiatan SAR. Sistem komunikasi yang digelar mempunyai fungsi:

1. Jaringan Penginderaan Dini

Komunikasi sebagai sarana penginderaan dini dimaksudkan agar setiap musibah pelayaran dan/atau penerbangan dan/ atau bencana dan/ atau musibah lainnya dapat dideteksi sedini mungkin, supaya usaha pencarian, pertolongan dan penyelamatan dapat dilaksanakan dengan cepat. Oleh karena itu setiap informasi/musibah yang diterima harus mempunyai kemampuan dalam hal kecepatan, kebenaran dan aktualitasnya. Implementasi sistem komunikasi harus mengacu path peraturan internasional yaitu peraturan IMO untuk memonitor musibah pelayaran dan peraturan ICAO untuk memonitor musibah penerbangan.

Pada tahun 1994 BASARNAS memperoleh bantuan pi njaman lunak dari pemerintah Kanada untuk pengadaan peralatan monitoring musibah. Peralatan tersebut berfungsi sebagai alat deteksi dini signal yang mengindikasikan lokasi musibah, alat-alat tersebut adalah LUT (Local User Terminal) yaitu berupa perangkat stasiun bumi kecil yang mengolah data dari Cospas dan SARSAT.


2. Jaring Koordinasi

Komunikasi sebagai sarana koordinasi, dimaksudkan untuk dapat berkoordinasi dalam mendukung kegiatan operasi SAR baik internal antara Kantor Pusat BASARNAS dengan Kantor SAR dan antar Kantor SAR, dan eksternal dengan instansi/ organisasi berpotensi SAR dan RCCs negara tetangga secara cepat dan tepat.


3. Jaring Komando dan Pengendalian

Komunikasi sebagai sarana komando dan pengendalian, dimaksudkan untuk mengendalikan unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR.


4.  Jaring Pembinaan, Administrasi dan Logistik

Jaring ini digunakan oleh BASARNAS untuk pembinaan Kantor SAR dalam pelaksanaan pembinaan dan administrasi perkantoran.

Peralatan komunikasi yang dimiliki BASARNAS dan Kantor SAR sebagai berikut :

· Fixed Line Telecommunication

· Radio Communication(HFNHF)

· AFTN Automatic message switching


Dengan dilengkapinya radio VHF Air band dan Marine band, memungkinkan untuk memonitor penerbangan dan pelayaran.