TIM USAR BASARNAS DAN K9 DITSATWA POLRI BERAKSI


Jakarta - Gempa berkekuatan 7,5 SR kembali menghantam Negara Jakapura Selasa (23/4) pukul 06.00 WIB. Informasi gempa ini diperoleh petugas siaga Basarnas Command Center (BCC) dari pantauan website sistem siaga dan koordinasi bencana Internasional.

WhatsApp Image 2019-04-25 at 10.13.20.jpeg

Dari informasi yang diperoleh gempa kali ini mengakibatkan gedung-gedung hancur dan ambruk. Diperkiraan ratusan orang masih terperangkap di dalam reruntuhan gedung tersebut. Gempa susulan berkekuatan 4.1 - 6.0 SR pun masih kerap dirasakan warna negara setempat.

Akibat dampak gempa yang besar ini negara Jakapura meminta bantuan tim Urban Search and Rescue (USAR) Internasional untuk membantu proses pencarian korban.

WhatsApp Image 2019-04-25 at 10.13.19.jpeg

Indonesia dalam hal ini Basarnas yang juga menerima laporan permintaan bantuan segera merespon dengan mengaktifkan tim USAR Indonesia atau yang dikenal INASAR.

INASAR ini merupakan tim USAR gabungan Basarnas dan K-9 Ditsatwa POLRI. Setelah tim INASAR ini diaktifkan seluruh anggota diwajibkan melakukan registrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Jakapura.

Tim yang berjumlah 58 orang diberangkatkan menggunakan Hercules C-130 TNI AU dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Jakapura.

WhatsApp Image 2019-04-25 at 10.13.19 (2).jpeg

Tiba di Jakapura pukul 14.15 LT, tim yang dipimpin oleh Barokna langsung melapor ke instansi tanggap bencana. Tim langsung berkoordinasi dan melalukan briefing untuk pembagian tugas serta tanggung jawab personel.

Berdasarkan informasi dari instansi tanggap bencana setempat diketahui ada empat titik utama yang menjadi fokus pencarian korban hilang dan diketahui juga ternyata tim USAR dari Singapura dan Malaysia juga turut hadir disana untuk memberikan bantuan.

WhatsApp Image 2019-04-25 at 10.13.18.jpeg

Selanjutnya tim rescue Alfa dan Bravo digerakan ke dua titik pencarian untuk mecari korban yang diperkirakan tertimbun dalam reruntuhan bangunan. Tim Alfa bekerja di lokasi F2 dan tim Bravo bekerja di lokasi F1.

Sekirtar pukul 18.30 WIB tim Bravo berhasil menyelamatkan Menteri Keuangan Jakapura Kepang(41)di antara reruntuhan bangunan. Dengan ditemukannya satu korban ini memacu para rescuer yang tergabung di tim Bravo untuk menemukan dan menyelamatkan korban lainnya. Rabu dini hari pukul 02.40 WIb tim Alfa berhasil mengevakuasi Acong (24) dalam keadaan selamat di lokasi yang berbeda.

Hingga Rabu pagi hari ini tim rescue masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban korban lainya, direncanakan tim ini akan terus bekerja tanpa henti secara bergantian selama 36 Jam. Adapun kegiatan yang rescue yang dilakukan mulai dari memecah beton reruntuhan yang sangat tebal, melakukan evakuasi di tempat sempit, pengankatan korban dari ketinggian dan banyak lainnya.

WhatsApp Image 2019-04-25 at 10.13.19 (3).jpeg

Seluruh rangkaian kegiatan pencarian dan penyelamatan korban yang akan berlangsung lama ini merupakan rangkaian latihan tim INASAR mempersiapkan diri untuk klasifikasi internasional kelas menengah dari Lembaga SAR Internasional di bulan November 2019 nanti.

Dalam latihan kali ini juga Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito, S.E.,M.M menyempatkan diri meninjau langsung lokasi latihan di C4 wilayah ex Bandara Kemayoran. Sekitar pukul 22.40 beliau turun langsung ke lokasi tim rescue bekerja dan memberikan semangat kepada tim yang sedang bekerja hingga larut malam itu. Sebelumnya Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiap siagaan Mayor Jendral Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M. juga menyempatkan diri datang ke lokasi latihan meninjau dan memberik an semangat kepada tim yang bekerja.

WhatsApp Image 2019-04-25 at 10.13.19 (1).jpeg

Hingga Rabu pagi ini tim Rescue masih bekerja dan direncanakan akan terus bekerja hingga pukul 20.00 WIB malam nanti, diharapkan dengan latihan ini tim INASAR bisa menjadi semakin baik dan akan berhasil mendapatkan sertifikasi international.

Rangkaian di atas merupakan simulasi dari kegiatan INSARAG External Classification (IEC) dimana tim INASAR yang dimiliki Indonsesia nantinya akan melakukan uji kompetensi guna menuju medium class dan mendapatkan sertifikat rescue tingkat internasonal. (bert)



Kategori General Artikel , Agenda Pusat , General Berita .
Pengunggah : Febrilina
25 April 7:00 WIB