Tim SAR Temukan Empat Korban Tenggelam di Sungai Tempuran


Ponorogo – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan empat orang korban tenggelam di sungai Tempuran, kabupaten Ponorogo. Identitas keempat korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal ini, yaitu Bambang Irawan dan Miftahul Huda asal Pacitan, Ahmad Khorul Huda asal Ponorogo serta Ahmad Anshori asal Madiun.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Trenggalek, Brian Gautama me-ngatakan, korban pertama atas nama Miftahul Huda ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (14/1) pukul 17.50 WIB, di lokasi yang berada pada koordinat 07° 52' 35,23" S 111° 27' 13,76" E.

Korban kedua atas nama Ahmad Anshori, lanjut Brian, ditemukan di hari kedua pencarian, pada Rabu (15/1) pukul 11.10 WIB, di lokasi yang berada pada koordinat 7° 52' 21,2" S 111° 37' 0,4" E.

Selang waktu sekitar enam jam kemudian, sekitar pukul 17.20 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban ketiga dan keempat atas nama Bambang Irawan dan Khoirul Huda, dalam kondisi meninggal di lokasi yang sama dengan korban kedua.

"Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, keempat jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Brian.

Selain tim Pos SAR Trenggalek, sejumlah organisasi potensi SAR di wilayah Ponorogo dan sekitarnya ikut terlibat selama proses pencarian para korban, diantaranya unsur TNI - POLRI, BPBD Ponorogo dan Pacitan, Dinkes Ponorogo, TAGANA, SPA, RAPI, ORARI, PMI, SAR MTA, Banser, LPBI NU, Mahipa, SAR Sikatan, BP Pramuka Kwarcab Ponorogo, KRI serta Plethes.

Dalam upaya pencarian para korban, tim SAR gabungan mengerahkan SRU (Search and Rescue Unit) sungai dan darat). SRU sungai bertugas menyisir aliran sungai Tempuran dengan menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan mesin Mopel (Motor Tempel) berkekuatan 25 PK.

"Saat penyisiran sungai berlangsung, SRU sungai beberapa kali melakukan manuver perahu karet di beberapa lokasi yang dicurigai, guna menimbulkan gelombang air yang besar, agar korban yang diduga berada di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan," ungkap Brian.

Sementara itu dalam waktu yang bersamaan, SRU darat melakukan pemantauan di sejumlah titik, seperti melalui jembatan. SRU darat juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian ini ke warga sekitar agar memberitahukan kepada petugas jika melihat tanda-tanda keberadaan para korban. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
15 January 19:26 WIB