Tim SAR Masih Berupaya Mencari Syafii yang Tertimbun Lumpur


Surabaya – Tim SAR gabungan masih berupaya mencari Imam Syafii (35), karyawan pabrik sepatu di kawasan Sukomanunggal - Surabaya yang tertimbun luberan lumpur, pada Sabtu (10/8) malam. Kejadian ini diakibatkan jebolnya tembok kolam penampungan lumpur PT Sinar Suri, sehingga wilayah di sekitarnya pun terdampak.

Komandan tim operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Johan Saptadi mengatakan, upaya pencarian korban terkendala luberan lumpur yang belum dapat dibuang, sebab belum ada saluran pembuangannya. Tim SAR gabungan pun berkoordinasi dengan pihak PT Sinar Turi untuk mendatangkan alat berat berupa excavator.

Luberan lumpur yang belum dapat terbuang ini membuat kondisi di sekitar lokasi kejadian cukup labil dan membahayakan. Oleh karenanya, tim SAR gabungan dibantu para pekerja PT SInar Suri pun membuat bendungan sementara dari bambu untuk menahan luberan lumpur.

 Sejumlah pihak ikut terlibat dalam upaya pencarian korban, diantaranya tim operasi Kantor SAR Surabaya, PMK, Polsek Sukomanunggal, Koramil Sukomanunggal, Satpol PP kota Surabaya, Linmas kota Surabaya, TAGANA, RAPI, Baruna dan TGC Barat.

Berdasarkan informasi dari saksi mata, kejadian tertimbunnya Imam Syafii ini bermula saat tanggul kolam endapan lumpur milik PT Sinar Turi setebal 90 cm ini jebol, pada Sabtu (10/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Akibatnya, material lumpur meluber dan menggenangi bangunan di sekitarnya.

Luberan lumpur ini juga menghantam dinding bagian belakang sebuah pabrik sepatu dan menghanyutkan satu orang karyawannya, yaitu Imam Syafii. Ada dua orang karyawan pabrik sepatu yang terjatuh ke aliran lumpur, namun keduanya berhasil menyelamatkan diri.



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
10 August 20:10 WIB