Tim SAR Gabungan Buka Kembali Operasi SAR Terhadap Thoriq


Bondowoso – Tim SAR gabungan kembali membuka upaya pencarian terhadap Thoriq Risky Maulidan (14) di gunung Piramid, kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (6/7) pagi. Hal ini dilakukan setelah mendapat informasi tentang penemuan tanda-tanda keberadaan Thoriq di sekitar tebing.

Tanda-tanda keberadaan Thoriq pertama kali ditemukan oleh Potensi SAR dari tim Wanadri, GMPT Bondowoso dan beberapa organisasi Potensi SAR lainnya, yang kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Kapolsek Curahdami.

“Informasinya, tanda-tanda keberadaan Thoriq ditemukan di daerah tebing di gunung Piramid, lokasinya berada pada koordinat 07° 56' 30,24" S 113° 43' 53,47" E,” ujar Rudy Prahara selaku Komandan tim operasi Pos BASARNAS Jember.

Merespon informasi tersebut, lanjut Rudy, Kantor SAR Surabaya membuka kembali Operasi SAR terhadap Thoriq dan mengerahkan satu tim operasi dari Pos BASARNAS Jember untuk berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan terkait rencana evakuasi terhadap Thoriq dari lokasi penemuan hingga ke posko.

Tim SAR gabungan membentuk tiga SRU (Serach and Rescue Unit) untuk melakukan upaya evakuasi terhadap Thoriq. SRU pertama (terdiri dari unsur TNI – POLRI, Wanadri, dan GMPT) bergerak menuju ke atas tebing dan menyiapkan jalur evakuasi korban dari lokasi ditemukannya.

SRU kedua (terdiri dari tim Pos BASARNAS Jember dan SAR OPA Jember) bergerak menuju ke titik koordinat evakuasi melalui jalur pendakian. Dari titik tersebut, SRU kedua akan membantu upaya evakuasi korban dari bawah tebing, yang akan dilakukan dengan tehnik lifting.

Perlu diketahui, tehnik lifting merupakan tehnik membawa korban dari bawah menuju ke atas. Dalam hal ini, mengevakuasi Thoriq dari bawah tebing menuju ke atas tebing guna proses evakuasi selanjutnya. Pelaksanaan tehnik lifting ini menggunakan sejumlah peralatan vertical rescue, seperti harnest, carabiner, figure of eight, tandu dan peralatan lainnya.

“Karena upaya evakuasi akan dilakukan di medan yang terjal dan berbahaya, para personel tim SAR gabungan sangat memperhatikan faktor keselamatan diri dalam bertugas. Untuk itu, mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (diantaranya helm, full body harnest dan safety rope),” ujar Rudy.

Adapun SRU ketiga (terdiri dari gabungan unsur SAR yang lain) bergerak menuju ke Pos 2. Mereka akan bertugas melanjutkan evakuasi secara estafet hingga ke titik evakuasi akhir, dimana telah disiagakan mobil ambulans. Hal ini dilakukan setelah korban berhasil dievakuasi dari bawah tebing oleh SRU pertama dan SRU kedua.

Rencananya, setelah berhasil dievakuasi ke titik akhir, selanjutnya Thoriq akan dibawa menuju ke RSUD Bondowoso guna proses lebih lanjut oleh petugas.

Sementara itu hingga berita ini dikabarkan, tim SAR gabungan dalam perjalan menuju ke lokasi penemuan dan kemudian melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengevakuasi Thoriq. (Lib)



Kategori Berita Kansar , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Febrilina
6 July 14:15 WIB