Tim SAR Cari Pendaki Asing yang Tersesat di Semeru


Lumajang – Tim SAR gabungan memulai upaya pencarian terhadap Lionel Du Creaux (26) seorang pendaki Gunung Semeru berkewarganegaraan Swiss, pada Kamis (8/6) pukul 06.00 WIB. Upaya pencarian ini dilakukan setelah pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) memberlakukan status Open SAR, dimana unsur SAR lain, selain tim advance TNBTS, dipersilahkan ikut membantu melakukan pencarian. {READMORE}

Sebelumnya tim advance TNBTS berkekuatan 20 orang, pada Rabu (7/6), telah diberangkatkan menuju ke pos Kalimati untuk memulai upaya pencarian. Tim advance memulai pencarian di tiga lokasi yang dicurigai, yaitu kawasan blank (jurang) 75, sumber air Sumber Mani dan blok Kelik Vegetasi. Namun pencarian pada hari itu belum membuahkan hasil.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie mengatakan, pada Kamis pagi, tim advance baru menemukan tanda-tanda keberadaan korban di kawasan Blank 75, yaitu tanda bekas tapak kaki dan dahan pohon yang patah di atas Blank 75. Upacaya pencarian selanjutnya dikonsentrasikan di wilayah tersebut.

Setelah mendapatkan penemuan tanda-tanda tersebut, posko SMC (SAR Mission Coordinator) yang berada di pos perijinan pendakian di desa Ranupani, segera memberangkatkan dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU Pertama dari tim Kantor SAR Surabaya, AGL (Anak Gunung Lawu) dan MSR (Malang Selatan Rescue). SRU kedua dari personel gabungan Gimbal Alas, Jonggring Saloka dan Art Pala.

Selain SRU yang berangkat dari desa Ranupani, satu SRU lagi yang terdiri dari tim BASARNAS Pos SAR Jember, SAR kabupaten Lumajang dan SAR OPA Jember, juga diberangkatkan dari dusun Tawonsongo, desa Pasrujambe, kecamatan Senduro,  untuk melakukan pencarian keberadaan Lionel.

“Dalam upaya pencarian terhadap Lionel, Kantor SAR Surabaya mengerahkan dua tim, yaitu tim rescuer Kantor SAR Surabaya dan Pos SAR Jember. Selain didukung dengan perbekalan dan peralatan pelindung diri, dua tim tersebut juga dilengkapai dengan sejumlah peralatan SAR, seperti peralatan vertical rescue, peralatan medis dan navigasi darat,” ujar Toto Mulyono, Kasie Operasi Kantor SAR Surabaya.

Menurut informasi dari petugas pos perijinan Ranupani, kronologi musibah tersesatnya Lionel bermula saaat Ia dan seorang temannya, Alice Guignard (asal Perancis), melakukan pendakian di gunung Semeru, pada Jum’at (36), namun tanpa sepengetahuan petugas pos Ranupani. Keduanya sampai di pos Kalimati pada pukul 11.55 WIB dan setelah cukup beristirahat, kemudian melanjutkan pendakian menuju puncak.

Di tengah pendakian, Alice memutuskan untuk kembali turun ke pos Kalimati karena merasa tidak kuat. Sedangkan, Lionel tetap melanjutkan pendakian ke puncak. Saat perjalanan turun ke Kalimati, Alice sempat tersesat selama dua hari hingga ditemukan dan dievakuasi turun ke pos Ranupani oleh tim Haspala Malang. Sesampainya di Ranupani, Alice pun menceritakan secara lengkap kejadian ini kepada petugas.

Sementara itu hingga berita ini dipublikasikan, tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari keberadaan Lionel. (Lib)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
10 June 8:06 WIB