Tim SAR Cari Keberadaan Untung di Sungai Jagir


Surabaya – Tim SAR gabungan kembali berupaya mencari Untung (37) seorang pemancing yang tenggelam di sungai Jagir, kota Surabaya, pada Minggu (20/1). Pencarian di hari kedua ini, para personel tim SAR gabungan tidak hanya menyisir di sungai Jagir saja, namun juga melakukan pemantauan di beberapa titik yang dicurigai.

Koordinator tim operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Satrio Nuridanto mengatakan, ada empat SRU (Search and Rescue Unit) air dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sungai dengan menggunakan tiga set perahu karet yang dilengkapi dengan mesin Mopel (Motor Tempel) berkekuatan 25 PK.

SRU pertama menyisir dimulai dari TKK (Tempat Kejadian Kecelakaan) hingga sampai di bawah jembatan Nginden. Kemudian, SRU kedua melanjutkan penyisiran dari jembatan Nginden hingga sampai ke bawah jembatan MERR.

SRU ketiga melanjutkan penyisiran dari jembatan MERR hingga sampai di dekat MAN Surabaya. Sedangkan, SRU keempat melakukan penyisiran mulai dari TKK hingga sampai ke daerah Mangrove.

SRU air beberapa kali melakukan manuver perahu karet, yaitu gerakan perahu karet yang maju secara zig-zag dan juga memutar untuk menciptakan gelombang air yang besar. Manuver ini dimaksudkan agar korban yang diduga berada di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan.

“Selain melakukan manuver perahu, di beberapa lokasi di tepi sungai Jagir yang banyak eceng gondoknya, SRU air melakukan pencarian dengan cara meraba-raba di bawah tanaman eceng gondok tersebut,” ujar Satrio.

Di saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan satu SRU untuk melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang kanan dan kiri sungai Jagir, serta memantau di beberapa titik, seperti jembatan. Selain itu, penyebarluasan informasi juga dilakukan agar bila ada warga yang melihat korban, maka diharapkan untuk segera melapor ke petugas.

“Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat berupaya untuk mencari korban, yaitu cuaca hujan deras di sekitar area pencarian, kondisi air sungai yang keruh dan arusnya yang cukup deras,” tambah Satrio.

Selain tim operasi Kantor SAR Surabaya, beberapa instansi dan organisasi potensi SAR juga berpartisipasi mencari korban, diantaranya Satlinmas dan Satpol PP kota Surabaya, PMK Surabaya, Polsek Wonokromo, Koramil Wonokromo, TAGANA, relawan SAR Surabaya, SAR MTA Surabaya, BP Kwarcab Surabaya, RAPI Surabaya, KRI, USI, GAS Rescue, TAGANA, PALH, DPSA dan masyarakat sekitar. Hingga berita ini dikabarkan, tim SAR gabungan masih melakukan upaya untuk mencari keberadaan korban. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
20 January 12:19 WIB