Tim SAR Berhasil Temukan Korban Kedua di Perairan Pantai Coro


Tulungagung – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua, Doni (19), di perairan laut pantai Coro, desa Popoh, kecamatan Besuki, kabupaten Tulungagung, pada Rabu (1/5) sekitar pukul 11.30 WIB.

Doni ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal. Jenazahnya ditemukan mengapung di perairan laut pantai Coro, tidak jauh dari TKK (Tempat Kejadian Kecelakaan), tepatnya terletak pada koordinat 8° 15' 45.93" S 111° 50' 7,45" E.

Komandan tim operasi Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, selanjutnya tim SAR gabungan membawa jenazah Doni ke rumah duka.

Dengan ditemukannya jenazah Doni ini, lanjut Yhoni, maka tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban yang terjatuh dari tebing Coro. Karenanya, operasi SAR pun dinyatakan selesai.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban pertama atas nama Frendi (18) ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal. Jenazah Frendi juga ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan laut dekat tebing pantai Coro.

Tim SAR gabungan pun telah berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban dengan mengerahkan satu SRU (Search and Rescue Unit) darat dan dua SRU laut. SRU darat bertugas melakukan pemantauan dari atas tebing pantai Coro.

Dalam pemantauan darat ini, tim SAR gabungan juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian ini kepada para warga dan nelayan yang beraktivitas di sekitar pantai Coro. Tujuannya adalah bila mereka melihat tanda-tanda keberadaan para korban, maka diharapkan agar segera melaporkannya kepada petugas yang sedang melakukan pencarian.

Sementara itu, SRU laut melakukan upaya penyisiran di sekitar TKK (Tempat Kejadian Kecelakaan), tepatnya di koordinat 8° 15' 54.64" S 111° 48' 34.46" E. Dalam penyisiran laut ini, tim SAR gabungan menggunakan satu unit kapal patrol Posmat TNI AL Popoh dan satu unit perahu karet yang dilengkapi dengan mesin Mopel (Motor Tempel).

Meski menghadapi ombak yang tinggi dan angin laut yang cukup kencang, tim SAR gabungan yang terdiri dari tim Pos SAR Trenggalek, Posmat TNI AL Popoh, BPBD Tulung-agung, POlsek dan Koramil Besuki, Basarta dan nelayan sekitar, tetap bersemangat melakukan penyisiran.

Berdasarkan informasi dari saksi mata, kecelakaan yang dialami Frendi dan Doni terjadi pada Minggu (28/4) sekitar pukul 15.00 WIB, saat keduanya memancing di tepi tebing pantai Coro bersama tiga orang temannya yang lain, Andi, Choirul dan Dio.

Frendi terpeleset dari jatuh dari tebing pantai Coro dengan ketinggian sekitar 10 meter saat akan berpindah lokasi mancing. Doni berniat menolong Frendi dengan menceburkan diri ke laut. Namun karena kondisi arus laut yang kuat pada saat itu, Doni pun tidak bisa menolong dan akhirnya ikut tenggelam.

Mengetahui kejadian ini, ketiga orang pemancing lainnya berusaha menolong Frendi dan Doni dengan menggunakan joran pancing. Namun joran pancing yang digunakan untuk menarik keduanya patah, dan akhirnya kedua krban hanyut terbawa arus laut. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
1 May 1:05 WIB