Tim BASARNAS Jember Evakuasi Empat Orang Terperosok Septic-Tank


Jember – Empat orang yang tercebur di lubang septic-tank di sebuah rumah di dusun Krajan Parang Preng, kecamatan Sukorambi, kabupaten Jember, berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal oleh tim operasi Pos Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Jember yang dibantu sejumlah unsur SAR gabungan, pada Jum'at (1/2) pukul 19.45 WIB.

Koordinator Pos BASARNAS Jember, Asnawi Suroso mengatakan, korban pertama atas nama Imam (26) berhasil dievakuasi pada pukul 18.35 WIB. Korban kedua, Ahmad (30), berhasil dievakuasi pada pukul 18.50 WIB. Korban ketiga, Nuryani (50), dievakuasi pada pukul 19.14 WIB. Dan korban keempat, Amir (50), berhasil dievakuasi pada pukul 19.45 WIB.

Setelah keempat jenazah korban berhasil dievakuasi dari dalam lubang septic-tank, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit terdekat guna dilakukan visum oleh petugas,sebelum di-serahkan kepada pihak keluarga.

"Sebelum upaya evakuasi dilakukan, tim SAR melakukan pengecekan kandungan gas di dalam lubang septic-tank dengan menggunakan peralatan Gas Detector. Selama proses evakuasi berlangsung, tim yang bertugas melakukan evakuasi, dilengkapi dengan peralatan SCBA," ungkap Asnawi.

SCBA atau Self Contain Breathing Aparatus adalah peralatan bantu pernafasan saat melakukan pertolongan di ruangan terbatas yang minim kadar oksigen atau ruangan yang mengandung gas beracun.

Selain gas beracun, kendala yang dihadapi tim evakuasi, yaitu kondisi septic-tank yang dalam dan Kondisi keempat korban yang menumpuk. Sehingga, upaya evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati.

Beberapa peralatan SAR lain yang juga digunakan untuk mendukung proses evakuasi keempat korban, diantaranya peralatan HART (High Angle Rescue Technique), peralatan ekstrikasi dan peralatan medis.

Selain tim operasi Pos BASARNAS Jember, upaya evakuasi empat jenazah korban ini juga melibatkan peran serta personel gabungan dari BPBD kabupaten Jember, POLSEK Sukorambi, KORAMIL Sukorambi, PMI Jember, TAGANA Jember, SAR OPA Jember dan warga sekitar.

Menurut informasi dari saksi mata, kejadian yang dialami empat korban ini berawal saat Nuryani terpersok ke lubang septic-tank saat berjalan di dekatnya. Mengetahui Nuryani terperosok, Amir berupaya menolong, namun malah ikut terperosok.

Selanjutnya, Ahmad yang mengetahui kedua korban terperosok, juga berupaya untuk memberikan pertolongan, namun naas Ia juga ikut terperosok. Begitu juga Imam yang juga hendak menolong ketiga korban juga ikut terperosok saat hendak menolong mereka. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
2 February 3:10 WIB