Rescuer Kansar Surabaya Ikuti Simulasi Penanganan Bencana di Yogyakarta


Yogyakarta – Satu tim rescuer Kantor SAR Surabaya mengikuti simulasi penanganan bencana alam yang berlokasi di lapangan Jombor, kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian perhelatan akbar yang berjudul INSARAG Asia Pasific Regional Earthquake Exercise yang digelar BASARNAS dari tanggal 25 hingga 29 Juli 2016. {READMORE}

Simulasi penanganan bencana alam ini juga melibatkan unsur lain di lingkungan BASARNAS, yaitu Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta dan BSG. Selain itu, sejumlah potensi SAR di Yogyakarta juga terlibat, diantaranya unsur dari TNI, POLRI, BPBD, PMI, SAR DIY, PMK, TAGANA dan SAR Sena.

Sejumlah Alut (Peralatan Utama) SAR milik BASARNAS digunakan dalam simulasi penanganan bencana alam ini, seperti helikopter jenis AW139, helikopter jenis Dauphin AS365, Rescue Truck, Rescue Car, All Terrain Vehicle (ATV), Amphibious, Ambulance dan sarana SAR lainnya.

Dalam simulasi tersebut diskenariokan tim SAR gabungan menangani bencana gempa bumi berkekuatan 7,1 skala ritcher yang mengguncang Yogyakarta. Selain kerugian materil, gempa ini juga menyebabkan sebanyak 120 orang mengalami luka ringan, 60 orang mengalami luka berat dan 21 orang meninggal.

Merespon kejadian bencana ini, BNPB bekerjasama dengan BASARNAS dan komponen SAR yang lain melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para korban, baik yang masih hidup maupun meninggal. Upaya pencarian korban dibawah koordinasi BASARNAS diutamakan pada reruntuhan gedung-gedung ataupun rumah-rumah warga.

Setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan, para korban dikumpulkan di rumah sakit lapangan untuk dilakukan triase, yaitu pemilihan korban berdasarkan skala prioritas cedera. Kemudian dari rumah sakit lapangan, para korban yang membutuhkan penanganan medis lanjutan segera dipindahkan ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulance.

Simulasi ini disaksikan oleh Kepala BASARNAS, sejumlah Pejabat Tinggi BASARNAS, perwakilan Tim SAR dari 24 negara anggota INSARAG, FORKOMPIMDA, relawan SAR dan masyarakat setempat. Meskipun sempat terkendala hujan deras, namun simulasi ini dilaksanakan secara profesional seperti halnya pelaksanaan operasi SAR yang sesungguhnya.

Kepala BASARNAS, Marsekal Madya TNI F.H.B. Soelistyo, S.Sos. memberikan apresiasi yang tinggi dan menyatakan rasa bangganya terhadap seluruh pihak yang terlibat dan mendukung terlaksananya kegiatan simulasi penanganan bencana alam ini.

Kepala BASARNAS menyampaikan pesan agar seluruh komponen SAR bisa bekerjasama dan menjaga kekompakan dengan baik. Kepala BASARNAS pun optimis akan kesiapan dari empat komponen SAR, yang terdiri atas BASARNAS, TNI – POLRI, PEMDA dan relawan, dalam menghadapi ancaman bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (Lib)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author