Pencarian Kayat Dilakukan dari Hulu dan Muara Sungai Sanen


Jember – Tim SAR gabungan kembali berupaya mencari keberadaan Kayat (60) di sungai Sanen, kecamatan Tempurrejo, kabupaten Jember, pada Minggu (7/4). Upaya pencarian di hari keempat ini, dilakukan dari daerah hulu ke muara sungai dan juga dari muara ke arah hulu sungai.

Komandan tim operasi Pos Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Jember, Rudy Prahara mengatakan, sebanyak empat SRU (Search and Rescue Unit) air dikerahkan untuk melakukan penyisiran dari TKK (Tempat Kejadian Kecelakaan) menuju ke arah muara sungai, tepatnya di daerah jembatan Gladak Korek.

SRU air pertama, melakukan penyisiran di sekitar TKK. SRU air pertama ini beberapa kali melakukan manuver perahu karet yang bertujuan untuk menciptakan gelombang air yang besar. Hal ini bertujuan agar korban yang diduga berada di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan.

SRU air kedua, melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Sanen, dimulai dari daerah jembatan Blater hingga sampai ke daerah jembatan Gladak korek. Penyisiran yang dilakukan dengan menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan mesin Mopel (Motor Tempel) berkekuatan 25 PK ini menempuh jarak sekitar empat kilometer.

SRU air ketiga dan keempat, secara bergantian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Sanen hingga ke daerah jembatan Gladak Korek. Penyisiran oleh kedua SRU air ini dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan perahu rafting menempuh jarak sekitar tujuh kilometer.

Sementara itu SRU air kelima, melakukan penyisiran sejauh sekitar lima kilometer, dimulai dari perairan muara pantai Payangan menuju ke arah hulu sungai Sanen hingga sampai di daerah jembatan Gladak Korek. Berbeda dengan empat SRU air lainnya, upaya penyisiran oleh SRU air kelima ini dilakukan dengan menggunakan perahu jukung.

Rudy menambahkan, selain penyisiran di sungai, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran dengan menggunakan motor trail di sepanjang bantaran sungai Sanen dan me-lakukan pengecekan di beberapa titik yang dicurigai sebagai tempat yang dilalui korban atau tempat korban tersangkut.

Selain itu, SRU darat juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian tenggelamnya korban ini kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai Sanen. Hal ini bertujuan bila ada warga yang mengetahui tanda-tanda keberadaan korban, maka diharapkan agar melapor-kannya kepada petugas yang melakukan pencarian.

Upaya pencarian korban ini sendiri melibatkan peran serta sejumlah pihak, baik personel maupun peralatan SAR, diantaranya dari Pos BASARNAS Jember, Koramil dan Polsek Tempurrejo, BPBD Jember, SAR OPA Jember, SAR Rimba Laut, MDMC, Brandal Alas, PMI, ACT dan warga sekitar.

Sejumlah peralatan SAR pun digunakan untuk mendukung kelancaran proses pencarian korban, diantaranya perahu karet lengkap dengan mesin Mopel, perahu rafting, APD (Alat Pelindung Diri) seperti helm dan jaket pelampung, peralatan komunikasi dan medis, serta peralatan pendukung lainnya.

Menurut ketarangan yang diperoleh tim Pos BASARNAS Jember, adapun kronologi kejadian yang dialami Kayat berawal saat Ia berangkat ke sawahnya yang berada di seberang sungai Sanen, pada Kamis (4/4) siang. Kayat hanyut terbawa arus sungai saat Ia berusaha menyeberang menuju ke sawahnya yang berada di utara sungai.

Hingga berita ini dikabarkan, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian keberadaan Kayat sesuai dengan rencana operasi SAR. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
7 April 12:10 WIB