Para Rescuer Familiarisasi Peralatan SAR Baru


Surabaya – Para rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengikuti kegiatan familiarisasi peralatan SAR baru, pada Kamis (16/5) bertempat di halaman kantor. Peralatan yang difamiliarisasikan, diantaranya Rescue Ekstrication Portable dan FGDR (Findar Ground Penetrating Radar).

Pemateri familiarisasi Rescue Ekstrication Portable, Nanang Pujo mengatakan, peralatan ekstrikasi protabel ini merupakan jenis peralatan SAR yang digunakan dalam Vehicle Accident Rescue atau pertolongan korban kecelakaan di jalan raya. Contohnya, untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam mobil.

Nanang menambahkan, kelebihan dari peralatan ekstrikasi portabel ini adalah operasionalnya yang memakai tenaga baterai. Sehingga, lebih efisien untuk dimobilisasi ke lokasi operasi SAR tanpa harus membawa diesel engine sebagai sumber tenaga penggeraknya.

Adapun jenis peralatan ekstrikasi portabel yang diperkenalkan dalam kegiatan familiarisasi kali ini, yaitu rescue combi tool dan rescue ram. Dalam suatu kecelakaan mobil atau kendaraan besar lainnya, rescue combi tool berfungsi untuk membuat akses (misal membuka pintu mobil) agar korban yang terjebak di dalam mobil dapat dievakuasi ke luar.

Fungsi rescue ram hampir sama, yaitu untuk membuat akses evakuasi korban. Namun jika korban tersebut tertimpa kendaraan besar atau juga bisa digunakan ketika mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan.

Peralatan SAR lain yang diperkenalkan dalam familiarisasi ini adalah FGDR yang berfungsi berfungsi untuk mendeteksi obyek-obyek yang terkubur di dalam tanah, diantaranya kandungan air, puing, void, plastik, keramik dan metal.

Pemateri familiarisasi peralatan FGDR, Gani Wiratama mengatakan cara kerja peralatan FGDR radar ini adalah dengan mengambil gambar di dalam tanah dengan menggunakan sinyal radar, FGDR mengirimkan gelombang ke dalam tanah untuk mengukur pantulan dari obyek-obyek yang di dalam tanah.

Dalam suatu kejadian bencana, seperti gempa bumi atau tanah longsor, peralatan FGDR ini dapat difungsikan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang terjebak di reruntuhan bangunan ataupun di dalam tanah. (Lib)



Kategori Berita Kansar .
Pengunggah : surabaya
17 May 3:15 WIB