Murid SD Bunga Bangsa Bangga Mengenal SAR


Sidoarjo - Sebanyak 32 orang murid SD Bunga Bangsa terlihat senang dan bangga bisa mencoba peralatan SAR canggih yang digunakan untuk menolong korban yang terjebak di reruntuhan, diantaranya peralatan rescue cutting. Kesempatan ini mereka dapatkan saat berkunjung ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, pada Kamis (14/2).

Seorang guru yang mendampingi kunjungan ini mengatakan bahwa kunjungan ke Kantor SAR Surabaya ini merupakan pengalaman pertama bagi ketiga puluh dua murid SD Bungan Bangsa. Sebelumnya, mereka belum punya pandangan atau mengenal apa itu BASARNAS.

Dalam kunjungan ini, para murid SD Bunga Bangsa banyak mendapatkan pengeta-huan baru tentang apa itu tim SAR atau tim penolong. Melalui kunjungan ini juga, mereka banyak belajar betapa mulianya pekerjaan tim SAR saat membantu sesama manusia yang menjadi korban bencana atupun kecelakaan.

Kunjungan belajar murid SD Bunga Bangsa ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, yaitu materi kelas, dimana mereka diajak tim rescuer untuk mengenal sejarah berdirinya BASARNAS, pengetahuan tentang kebencanaan, serta apa saja langkah yang bisa dilakukan saat menghadapi bencana alam, misalnya gempa bumi dan banjir.

Pada saat sesi kunjungan lapangan, para murid SD Bunga Bangsa diajak melihat berbagai sarana-prasarana SAR yang dimiliki Kantor SAR Surabaya, diantaranya RIB (Rigit Inflatable Boat), Perahu Karet, Rescue Truck, Rescue Car, Water Treatment Truck, ATV (All Terrain Vehicle) dan Communication Mobile Car.

Para murid SD Bunga Bangsa dengan berani dan semangat bertanya kepada tim rescuer Kantor SAR Surabaya saat menerima penjelasan tentang beberapa peralatan SAR yang terdapat di dalam rescue truck, seperti pertanyaan tentang fungsi peralatan ekstrikasi dan peralatan pelindung diri.

"Kedepannya, kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi mereka agar dapat memberikan edukasi kepada orang tua mereka bahwa mereka telah berkunjung ke kantor BASARNAS dan tahu siapa yang akan ditelpon nantinya jika terjadi kondisi yang membahayakan jiwa," ujar seorang guru pendamping.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Bagian Umum Kantor SAR Surabaya, Dyah Sulistyorini berharap setelah mengikuti kunjungan belajar ini, wawasan mereka bertambah dan kelak di suatu hari nanti mereka bisa berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan bantuan, minimal keluarga dan teman mereka. (Lib)



Kategori Berita Kansar , General Artikel .
Pengunggah : ratri dwiyani
14 February 16:20 WIB