Lima Nelayan Asal Sumenep Ditemukan di Lombok Timur


Surabaya – Lima orang nelayan asal Romben Barat yang sebelumnya dikabarkan hilang di perairan Kayangan, Karang Takat, kabupaten Sumenep, ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (2/2) sekitar pukul 17.45 WITA.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram, lima orang nelayan asal Sumenep dan perahu sampan yang mereka naiki terdampar di perairan Tambak Udang, desa Belanting, kecamatan Sambelia, kabupaten Lombok Timur.

Sekitar pukul 21.15 WITA, kelima orang nelayan, yaitu Sa’a, Muhlis, Matra’e, Niatun dan Sahnari, dibawa petugas ke rumah Kepala Desa Sambelia untuk dimintai keterangan lenih lanjut. Sedangkan perahu mereka, disandarkan di pantai Tambak Udang.

Komandan tim operasi Kantor SAR Surabaya, Fadly Wasis mengatakan, dari hasil koordinasi dengan tim Kantor SAR Mataram yang mendampingi kelima nelayan tersebut, diperoleh informasi bahwa mereka tidak mau dijemput dan diantar pulang kembali ke Sumenep oleh tim SAR.

Mereka berlima berkeinginan untuk pulang sendiri ke asal mereka di Romben Barat – Sumenep, apabila kondisi cuaca laut sudah kembali normal. Namun demikian, tim SAR tetap berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal untuk proses pemulangan kelima nelayan ini, mengingat kondisi cuaca laut sedang tidak bersahabat.

Seperti diketahui sebelumnya, Kantor SAR Surabaya telah berupaya melakukan pencarian kelima orang nelayan ini dengan mengerahkan satu tim operasi dengan KN SAR 225 Widura. Luas area yang disisir oleh KN SAR 225 Widura, yaitu seluas 872,95 mil laut.

Lebih lanjut, Wasis mengatakan, probabilitas area yang seluas 443,40 mil laut, yang terletak di empat titik koordinat, yaitu Titik A di koordinat 7° 53’ 32” S 114° 6’ 30” E, Titik B di koordinat 7° 31’ 39” S 114° 6’ 30” E, Titik C berada di koordinat 7° 31’ 39” S 114° 46’43” E, dan Titik D berada di koordinat 7° 53’ 32” S 114° 46’ 43” E.

Selama proses penyisiran berlangsung, kondisi cuaca di area pencarian cenderung berawan, tinggi gelombang antara 0,5 sampai satu meter, serta angin bertiup di kisaran 13 sampai 14 knots ke barat laut.

Sejumlah pihak turut serta dalam upaya pencarian kelima orang nelayan ini, diantara-nya Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Mataram, KN SAR 225 Widura, LANAL Lombok Timur, Ditpolair Polda NTB, BPBD kabupaten Sumenep dan nelayan sekitar.

Sementara itu, kejadian yang menimpa kelima orang nelayan ini menurut informasi dari Camat Dungkek, berawal saat mereka hendak pulang dari melaut, pada Senin (28/1). Tapi karena pada saat itu kondisi cuaca buruk, maka mereka berlindung di pulau Kayangan.

Keesokan harinya, pada Selasa (29/1) pukul 04.00 WIB, mereka sempat menghubungi keluarga untuk mengabarkan kondisi yang mereka alami. Cuaca membaik pada pukul 10.00 WIB, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang. Namun komunikasi dengan keluarga terputus hingga kelimanya ditemukan di Lombok Timur. (Lib)



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : surabaya
2 February 20:15 WIB