Kunjungan Tim Ombudsman RI ke Basarnas


JJAKARTA – Sebanyak delapan orang yang tergabung dalam Tim Ombudsman Republik Indonesia melakukan kunjungan ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Selasa (23/4/2018). Bertempat di ruang rapat Lantai 4 Gedung Basarnas, rombongan yang diketuai oleh Aat Sugiharti diterima langsung oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto. Hadir mendampingi Deputi beberapa pejabat eselon II yakni Inspektur, Direktur Sistem Komunikasi, dan Kepala Pusdatin serta beberapa pejabat eselon III lainnya.

Adapun tujuan kedatangan ke Basarnas adalah untuk melaksanakan kajian/ Own Motion Investigation (OMI) terkait tata kelola administrasi pelayanan publik di bidang kesehatan pada daerah terkena bencana alam.

WhatsApp Image 2019-04-23 at 17.48.23.jpeg

“Maksud kedatangan kami ke Basarnas ingin memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang tupoksi Basarnas khususnya di bidang kesehatan karena fokus kami pelayanan kesehatan terhadap korban di dampak bencana. Seperti yang diketahui karir Basarnas beda dari yang lain ketika orang lain menghindari bencana Basarnas justru datang menghampiri bencana. Ketika banyak dari kita pada umumnya sedih lemah lunglai menghadapi bencana tapi rekan-rekan Basarnas dituntut untuk cepat tegar menghadapi bencana. Saya terpikir jangan-jangan pelayanan terbaik tercepat ada di Basarnas karena jika tidak tentu dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat tidak seperti sekarang”, ujar Irma Syarifah selaku Asisten Muda yang menjadi juru bicara.

Pada kesempatan ini Budi menjelaskan tugas pokok Basarnas saat terjadi bencana adalah melakukan pencarian dan pertolongan.

WhatsApp Image 2019-04-23 at 17.48.23 (2).jpeg

“Saat terjadi bencana Basarnas berada pada tahap tanggap darurat, yang bertugas pokok melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban. Jadi yang kita tangani adalah korban bukan barang-barang. Untuk leading sectornya tetap berada di BNPB/ BPBD. Hal ini berbeda dengan kecelakaan kapal atau pesawat, seperti saat kecelakaan Lion Air kemarin, itu leading sector sepenuhnya berada di Basarnas”, jelas TNI Bintang Satu ini.

Budi juga menyampaikan terkait bencana-bencana yang ditangani Basarnas mulai dari 2018 – 2019, kendala-kendala yang dihadapi saat pelaksanaan pencarian dan pertolongan serta peralatan dan kendaraan yang digunakan oleh Basarnas.

WhatsApp Image 2019-04-23 at 17.48.23 (1).jpeg

Selain itu dijelaskan juga terkait dengan bidang kesehatan, Basarnas sifatnya hanya memberikan pertolongan pertama.

“Para rescuer kami juga dibekali ilmu pertolongan pertama atau medical first responder (MFR) jadi mereka hanya memberikan pertolongan pertama, setelah itu kita serahkan kepada tim medis yang lebih ahli”, sambungnya.

WhatsApp Image 2019-04-23 at 17.48.24.jpeg

Pada pertemuan ini tim Ombudsman terlihat sangat antusias ingin mengetahui tugas pokok Basarnas. Hal ini terlihat dari awal penjelasan banyak pertanyaan yang dilontarkan terkait apa saja yang dilakukan Basarnas saat melakukan pencarian dan pertolongan. (an)



Kategori General Artikel , Agenda Pusat , General Berita .
Pengunggah : Febrilina
23 April 16:30 WIB