Kabasarnas: Kerjasama, Soliditas dan Sinergitas adalah Kunci Sukses Operasi SAR


Banyuwangi – Kepala Badan SAR Nasional (BASARNAS) Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo, S.Sos. berpesan kepada para petugas kemanusiaan agar bekerjasama, solid dan bersinergi saat melakukan tugas-tugas kemanusiaan. Hal ini Beliau sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi SAR dan Pelatihan Potensi SAR Jawa Timur, pada Selasa (24/5) di pendopo Sabha Swagata kabupaten Banyuwangi. {READMORE}

“Kunci sukses penanganan suatu kejadian musibah adalah kerjasama, soliditas dan sinergi dari setiap institusi atau organisasi yang terlibat. Mereka hadir dengan kemampuan dan kekuatan, kemudian dihimpun oleh sebuah sistem operasi yang menjamin bahwa kemampuan dan kekuatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjawab tantangan tugas di lapangan,” kata Kabasarnas.

Kerjasama di bidang kemanusiaan yang baik itu, lanjut Kabasarnas, harus diatur oleh satu kepemimpinan di lapangan yang disiapkan dan disosialisasikan, sehingga bila ada suatu musibah dan bencana di lapangan, semua orang terutama petugas kemanusiaan itu menjadi paham, kenapa ke situ? Apa yang harus dikerjakan di situ? Dan kepada siapa harus memberikan laporan tugas?

“Kalau tidak ada kepemimpinan yang baik, meskipun banyak-banyakan orang, hebat-hebatan alat, maka operasi SAR tidak akan nada hasilnya. Tenaga kita habis, anggaran kita habis, namun hasilnya nol,” tegas Kabasarnas.

Kabasarnas berharap melalui Rapat Koordinasi SAR ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kejadian musibah dan bencana harus dihadapai dan ditangani dengan baik. Selain itu, Rapat Koordinasi SAR ini juga menjadi salah satu strategi untuk membangun kerjasama dan koordinasi dalam menghadapi tugas-tugas kemanusiaan.

Peran koordinasi sangat penting, sebab operasi SAR akan berhasil jika didukung dengan perencanaan yang cermat dan komprehensif. Disinilah peran penting seluruh potensi SAR yang ada dalam mendukung suatu operasi SAR yang dilaksanakan.

Kabasarnas menambahkan, bahwa begitu MoU dengan pemerintah kabupaten Banyuwangi ditanda-tangani, maka dengan segera akan ditempatkan Alut (Alat Utama) SAR berupa RIB (Rigit Inflatable Boat) di Ketapang. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika terjadi musibah pelayaran di jalur penyeberangan Ketapang ke Gilimanuk.

Dalam rangkaian acara ini, Kabasarnas memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim-piatu di kabupaten Banyuwangi. Selain itu, Kabasarnas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perwakilan institusi atau organisasi yang ikut berperan dalam penanganan musibah KMP Rafelia 2 pada bulan Maret 2016 yang lalu.

Ada empat nara sumber yang menyempaikan materi pada Rakor SAR ini. Pertama, dari Kantor Pusat BASARNAS yang memaparkan tentang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Kedua, dari Kodim 0825 Banyuwangi. Ketiga, dari Satpolair Banyuwangi. Dan ketiga, dari BMKG Stasiun Meteorologi Juanda.

Rakor SAR Daerah Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Kantor SAR Surabaya ini dihadiri perwakilan dari sejumlah instansi pemerintah dan swasta di karisidenan Kediri dan karisidenan Madiun, diantaranya dari unsur TNI, POLRI, Pemerintah Daerah, BPBD, Instanti Pendidikan, PMI, Tagana, Pramuka, dan Organisasi Pecinta Alam. (Lib)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author