Gelar Pelatihan SAR, Poltekbang Surabaya Gandeng BASARNAS


Gresik – Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya bekerjasama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Surabaya menggelar pelatihan SAR bertema “Jungle and Sea Survival”, pada tanggal 13 hingga 15 Desember 2018.

Koordinator tim instruktur Kantor SAR Surabaya, Farid Kurniadi mengatakan, pelatihan Jungle Rescue and Sea Survival ini bertujuan untuk membekali para Taruna Poltekbang Surabaya dengan ilmu dan pengetahuan bagaimana mempertahankan hidup di hutan dan di perairan laut, yang dapat mereka aplikasikan saat bekerja nanti.

Farid menambahkan, keterampilan dan kemampuan menghadapi kondisi darurat sangat dibutuhkan para Taruna Poltekbang Surabaya, terutama saat mereka berada dalam dunia kerja nanti. Oleh sebab itu, melalui pelatihan ini, mereka dilatih agar mampu bertindak tepat dalam menolong diri sendiri dan juga orang lain.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 69 orang Taruna Kampus yang dulunya bernama ATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan) Surabaya ini diselenggarakan di tiga tempat. Pembekalan materi SAR bertempat di Kampus Poltekbang Surabaya, aplikasi Jungle Survival bertempat di hutan Panceng, dan aplikasi Sea Survival bertempat di perairan pantai Delegan, kabupaten Gresik.

Selama pembekalan materi, tim instruktur Kantor SAR Surabaya menyampaikan materi tentang Substansi BASARNAS / organisasi SAR, Pertolongan Medis Pertama (Medical First Responder), Perlengkapan Pakaian dan Makanan (PPM), Navigasi Darat, Kedaruratan Lingkungan, serta Cara bertahan hidup di hutan dan di laut.

Saat aplikasi jungle survival di hutan desa Panceng, para Taruna diperkenalkan dengan berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai makanan darurat untuk bertahan hidup. Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana cara menangkap ular dan memasaknya.

Selain itu, para Taruna Poltekbang Surabaya juga diajarkan teknik pencarian korban di hutan. Mereka diajarkan bergerak dalam tim, melakukan pencarian korban dengan teknik navigasi darat dan penyapuan. Setelah korban ditemukan, mereka memberikan pertolongan medis pertama kepada korban sebelum dievakuasi ke fasilitas medis terdekat.

Sementara itu pada saat aplikasi Sea Survival, para Taruna Poltekbang Surabaya dibagi menjadi beberapa tim. Mereka dilepas di perairan laut pantai Delegan selama beberapa jam menggunakan life raft dengan bekal 1 botol air mineral ukuran 1 liter untuk setiap tim. Disini mereka diibaratkan sebagai korban kecelakaan kapal yang harus bertahan hidup sambil menunggu pertolongan datang. (Lib)



Kategori General Artikel , Pelatihan .
Pengunggah : surabaya
15 December 19:15 WIB