Evakuasi Seorang Pembersih Kaca Gedung Tinggi Menegangkan


Surabaya – Proses evakuasi terhadap satu orang pekerja pembersih kaca di salah satu gedung tinggi di Surabaya berlangsung menengangkan, pada Minggu (28/7). Ia dievakuasi tim rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya karena terbelit tali yang di-gunakannya saat bekerja.

Setelah sistem dan berbagai peralatan vertical rescue terpasang, tim rescuer Kantor SAR Surabaya menurunkan seorang rescuer untuk menjangkau korban yang berada di ketinggian sekitar 25 meter. Rescuer ini turun menjangkau korban dengan tehnik rappeling menggunakan peralatan auto-stop.

Setelah berhasil menjangkau korban, sang rescuer kemudian memasang sejumlah peralatan untuk mengevakuasi korban. Sang korban tidak dievakuasi ke bawah, melainkan ke atas gedung, ke lokasi helypad agar bisa dilakukan evakuasi medis udara. Sebab jika dievakuasi ke bawah, jaraknya cukup jauh dan sangat beresiko.

Proses evakuasi korban berjalan cukup menegangkan, sebab di ketinggian tersebut tiupan angin terasa cukup kencang. Namun demikian, evakuasi korban yang dilakukan dengan tehnik One Person Rescue Lifting Counter Balance ini berhasil. Korban pun akhirnya bisa dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Namun Anda jangan mengira ini adalah kejadian sungguhan, sebab ini merupakan bagian dari praktek lapangan yang dilaksanakan oleh para peserta Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) HART (High Angle Rescue Technique) Angkatan XV yang diikuti oleh sebanyak 25 orang rescuer Kantor SAR Surabaya.

Praktek lapangan ini dilaksanakan di bangunan menara latihan setinggi sekitar 25 meter. Lokasinya berada di area Balai Diklat PMK kota Surabaya. Selain bangunan menara, satu fasilitas latihan kontainer pun dimanfaatkan untuk pelaksanaan praktek tehnik HART lainnya.

Selain berlatih tehnik One Person Rescue Lifting Counter Balance, para peserta Diklat juga berlatih melakukan tehnik One Person Rescue Lifting dengan menggunakan peralatan Jumar, serta tehnik One Person Rescue Lifting Passing Knot di Silo, yaitu menaikkan korban melewati hambatan tali yang tersimpul di dalam lubang cerobong asap.

Koordinator tim instruktur Kantor SAR Surabaya, Asnawi Suroso mengatakan, para peserta mengikuti tahap demi tahap pelaksanaan praktek Diklat HART Angkatan XV di Balai Diklat PMK Surabaya ini dengan penuh semangat. (Lib)



Kategori Berita Kansar , General Artikel .
Pengunggah : surabaya
28 July 8:47 WIB