Dimas Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal


Malang – Dimas Oky Syahputra, korban tenggelam di sungai Amprong, kelurahan Madyopuro, kecamatan Kedung Kandang, kota Malang, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal pada Selasa (11/12) sekitar pukul 09.10 WIB.

Komandan tim operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Andi Pamuji mengatakan, jenazah korban ditemukan tim SAR gabungan di lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari TKK (Tempat Kejadian Kecelakaan), tepatnya di koordinat 07 59' 26.628" S - 112° 39' 31,104" E.

Setelah dievakuasi dari tempat penemuannya, lanjut Andi, selanjutnya jenazah korban dibawa langsung ke rumah duka di Jl. Ki Ageng Gribig, Malang, untuk dilakukan perawatan jenazah sebelum dimakamkan.

Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, tim SAR gabungan telah mengerahkan empat SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama dan kedua secara bergantian melakukan pencarian korban di sungai dengan menggunakan perahu rafting. Penyisiran ini menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer, dimulai dari TKK hingga ke DAM Rolak.

SRU ketiga melakukan penyisiran di sekitar TKK dengan tehnik tubing, yaitu dengan menggunakan ban dalam, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran menempuh jarak sekitar 500 meter dari TKK.

Sementara itu SRU keempat, melakukan penyisiran darat melalui tepi sungai dengan berjalan kaki hingga mencapai DAM Rolak.

Dalam pencarian ini, tim SAR gabungan tidak dapat menggunakan perahu karet sebab terkendala kondisi sungai yang berbatu, berarus deras, kedalaman sungai tidak merata, serta banyaknya sampah dan ranting bambu yang tumbuh menjorok ke sungai.

Upaya pencarian korban ini melibatkan keterlibatan banyak pihak, diantaranya tim Kantor SAR Surabaya, Polsek dan Koramil Kedung Kandang, Brimob Malang, Himalaya Rafting, BPBD kota Malang, PMI, TAGANA, PPMR, SAR Mahameru, Dimpa, SAR Trenggana, PSC, SAR Awangga, SAR Pakem, Samudra 88, Es Teh Anget dan warga sekitar.

Menurut keterangan dua orang saksi mata, Ciko (9) dan Munir (40), kecelakaan yang dialami Dimas ini berawal saat Ia dan Ciko berenang di sungai Amprong, dari arah utara ke selatan, pada Senin (10/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, hanya Ciko lah yang berhasil berenang ke tepi sungai.

Lantaran merasa takut, Ciko bergegas pulang ke rumahnya untuk melaporkan kejadian ini kepada keluarganya. Sementara itu pada pukul 14.30 WIB, Munir yang hendak memancing di sungai, mengetahui melihat abaju milik korban di tepi sungai. Kedua saksi bersama warga sekitar pun kemudian melakukan pencarian. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
11 December 10:56 WIB