BASARNAS KERAHKAN KN SAR ARJUNA GUNA MENDUKUNG UPACARA PENGUKUHAN KRI I GUSTI NGURAH RAI


BENOA - KRI I Gusti Ngurah Rai 332 garapan PT PAL Surabaya telah dikukuhkan di Dermaga Timur Benoa,Bali oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, Rabu (10/1/2018). Kapal ini merupakan kapal kombatan jenis fregat generasi pertama yang dibuat di Indonesia bersama KRI Raden Eddy Martadinata-331. Kapal yang memiliki dimensi panjang 105,11 meter dan lebar 14,02 meter ini, adalah salah satu keberhasilan alih teknologi alutsista karena 80% dikerjakan di dalam negeri. Kapal ini nantinya akan memiliki kontribusi besar bagi kemaritiman Indonesia karena memiliki tingkat teknologi peperangan laut paling modern yang dimiliki TNI AL.

Pagi tadi, rangkaian acara pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai dimulai pada pukul 08.00 Wita, yang juga dihadiri oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi , Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti. Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar turut menghadiri undangan yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Umum, I Made Junetra, S.H. Diantara barisan parade pasukan juga melibatkan personil dari Basarnas. Disamping itu juga dikerahkan KN SAR Arjuna 229 sebagai langkah pengamanan dalam serangkaian acara pengukuhan tersebut.

Dalam sambutannya, panglima TNI menekankan pentingnya penguatan alutsista di wilayah maritim Indonesia karena 70% wilayahnya adalah perairan dan ada banyak kepulauan. Kondisi itulah menjadikan Indonesia sangat terbuka dan dapat dimasuki dari berbagai penjuru sehingga diperlukan kesiapsiagaan setiap komponen pertahanan NKRI khususnya TNI AL di perairan Indonesia. "Pemberian nama kapal perang dengan nama pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai bukan sekedar untuk menghargai jasa para pahlawan, namun untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme, dan menghidupkan sang tokoh dalam keseharian kita, menjadikannya suri teladan dan panduan bagi para generasi penerus bangsa dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks," pungkasnya.

Di akhir sambutanya, Panglima TNI menekankan tiga hal penting yaitu peningkatan profesionalitas TNI AL sebagai pengawal alutsista yang handal sesuai dengan fungsi, melaksanakan tugas operasi dengan penuh tanggung jawab serta meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan baik personil maupun materiil.

Setelah usai melakukan ceremonial secara adat dengan ditandai pemercikan air suci, maka acara ditutup dengan melakukan foto bersama dan dilanjutkan ramah tamah. (ay/ hms dps)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : dimas