Basarnas Kerahkan Kekuatan Cari Korban KMP Rafelia II


Banyuwangi – BASARNAS (Badan SAR Nasional) mengerahkan kekuatan, baik Peralatan Utama (Alut) SAR ataupun personel rescuer, untuk mencari para korban musibah tenggelamnya KMP Rafelia II di selat Bali, pada Jum’at (4/3). Kekuatan Alut SAR yang dikerahkan, meliputi Alut laut dan Alut udara.

Alut SAR laut yang dikerahkan dalam operasi SAR KMP Rafelia II, yaitu KN SAR 225 Kantor SAR Surabaya, RIB (Rigit Inflatable Boat) Pos SAR Buleleng, dan perahu karet. Selain itu, Alut SAR yang juga dikerahkan untuk melakukan pencarian lewat udara, yaitu helikopter SAR jenis Dauphin HR 3602 dan jenis Bolco 105 HR 1521.

Sementara itu, personel rescuer yang dikerahkan merupakan personel gabungan dari Kantor SAR Denpasar, Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Jembrana, Pos SAR Buleleng, dan Pos SAR Jember. Selain Alut Udara, Alut Laut dan personel rescuer, BASARNAS juga mengerahkan sejumlah kendaraan darat sebagai sarana pendukung operasi.

Selama proses pencarian korban musibah KMP Rafelia II ini, BASARNAS dibantu unsur SAR dari sejumlah instansi, seperti KSOP Ketapang, ASDP Ketapang, Syahbandar Ketapang, Lanal Banyuwangi, Polres Banyuwangi, Polair Banyuwangi, Brimob Bondowoso, BSI, BPBD Banyuwangi dan nelayan setempat.

Operasi SAR SAR KMP Rafelia II berjalan lancar, sisa korban berhasil ditemukan semua. Hal ini berkat kerjasama yang baik dari semua pihak yang terlibat dalam operasi. “Semua korban ditemukan di bagian dek atas kapal,” kata Direktur Operasi SAR BASARNAS, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan empat korban di hari kedua operasi SAR, Sabtu (5\3). Setelah diidentifikasi tim DVI, identitas keempat korban diketahui atas nama Puji P (Mualim), Agustia (supir truk), Masruroh (25) dan anaknya M Ramlan (18 bulan). Sementara itu, jenazah Nahkoda kapal atas nama Bambang Suryono A (57) ditemukan pada Senin (73).

GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Ketapang, Yusuf Hadi mengatakan, KMP Rafelia II adalah kapal milik PT Darma Bahari Utama, yang berangkat dari pelabuhan Gilimanuk menuju pelabuhan Ketapang tenggelam di tengah pelayaran, sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal ini mengangkut 1 truk besar, 4 truk sedang, 4 mobil pick-up dan 18 unit tronton.

Sebanyak 65 orang penumpang dan 12 orang ABK berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dibawa ke ruang tunggu ASDP Ketapang untuk didata dan diberi perawatan medis bagi yang mengalami luka. Akibat musibah ini, 3 orang penumpang dan 2 orang ABK menjadi korban karena tidak dapat menyelamatkan diri. (Lib)



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : author