BASARNAS Kerahkan Dua Unit Kapal Cepat Untuk Cari Junaidi


Banyuwangi – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) mengerahkan dua unit RIB (Rigid Inflatable Boat) atau kapal cepat untuk membantu upaya pencarian Junaidi (59) di perairan laut Blimbingsari, kabupaten Banyuwangi, pada Jum'at (5/7).

Dua unit RIB yang dalam kesehariannya disiagakan di Pos SAR Jembrana dan Unit Siaga SAR Banyuwangi ini melakukan penyisiran laut di dua sektor pencarian berbeda, yang dipetakan melalui SAR Map.

Koordinator Unit Siaga SAR Banyuwangi, Risky Putra mengatakan, RIB 02 Banyuwangi melakukan penyisiran di sektor pencarian dengan luas sekitar 44,5 mil laut. Sedangkan, RIB 01 Jembrana melakukan penyisiran di sektor pencarian dengan luas sekitar 76,2 mil laut.

Selain dua unit RIB BASARNAS, lanjut Risky, upaya penyisiran laut juga dilakukan tim SAR gabungan dengan menggunakan satu unit perahu jukung nelayan. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di sekitar koordinat  8° 19' 44.45" S - 114° 21' 35.84" E.

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan satu SRU untuk melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang pesisir pantai Blimbingsari, sebelah selatan dari lokasi kejadian.

Dalam penyisiran darat ini, tim SAR gabungan menyebarluaskan informasi terkait kejadian ini kepada warga dan nelayan sekitar. Hal ini dimaksudkan apabila ada yang me-ngetahui keberadaan korban, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada petugas.

Selain tim operasi dari Unit Siaga SAR Banyuwangi dan Pos SAR Jembrana, upaya pencarian terhadap keberadaan Junaidi ini juga melaibatkan peran serta dari sejumlah pihak, diantaranya Pos TNI AL Blimbingsari, 851 rescue, RAPI Banyuwangi, Pokwasmas Blimbingsari, Barac dan nelayan sekitar.

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan didukung dengan sejumlah peralatan SAR, diantaranya peralatan pertolongan korban musibah di air (peralatan selam, jaket pelampung dan ring buoy), GPS, peralatan medis dan komunikasi serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Adapun terkait kronologi kejadian, menurut informasi dari beberapa sumber, kejadian yang dialami Junaidi bermula saat Ia dan teman-temannya melaut, pada Selasa (2/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat di tengah laut, Junaidi tertinggal teman-temannya karena mesin perahunya mati.

Karena merasa kehilangan jejak Junaidi, teman-temannya kembali dan berusaha men-cari keberadaan Junaidi, namun upaya ini tidak membuahkan hasil. Hingga mereka kembali ke pantai pun Junaidi belum juga kembali.

Sementara itu hingga berita ini dikabarkan, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian sesuai dengan rencana operasi SAR guna menemukan keberadaan Junaidi. (Lib)



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : surabaya
5 July 10:05 WIB